Eks Ketua PCINU Turki Beberkan 3 Kriteria Calon Ketum PBNU

10 hours ago 1
Eks Ketua PCINU Turki Beberkan 3 Kriteria Calon Ketum PBNU Muktamar ke-35 NU.(Dok. Antara)

MUKTAMAR ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Menjelang perhelatan akbar tersebut, bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai memanas dengan munculnya sejumlah nama kiai yang menyatakan kesiapan mereka.

Mantan Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki periode 2018-2022, Ahmad Munji, menilai dinamika menjelang Muktamar kali ini sangat menarik. Ia mengapresiasi banyaknya figur yang muncul, yang menurutnya membuktikan bahwa NU tidak pernah kekurangan stok pemimpin kompeten.

Dalam keterangannya pada Selasa (25/8), Munji menekankan tiga kriteria utama yang harus dimiliki oleh pemimpin PBNU di masa depan. Kriteria pertama adalah tafakkuh fiddin atau kedalaman sanad keilmuan agama yang mumpuni sebagai fondasi utama organisasi ulama.

Kriteria kedua menyangkut kemampuan manajerial. Mengingat skala organisasi NU yang sangat besar, pemimpin baru dituntut mampu mengelola aset dan struktur yang membentang dari tingkat madrasah diniyah hingga perguruan tinggi secara profesional.

Kriteria ketiga yang menjadi sorotan Munji adalah kemampuan diplomasi lintas budaya. Ia berharap pemimpin NU mampu membawa organisasi menjadi rujukan Islam wasathiyah (moderat) di panggung internasional, bukan sekadar menjadi kekuatan domestik di Indonesia.

“Sayangnya, dimensi ketiga ini hampir tidak muncul dalam perdebatan mengenai para kandidat saat ini. Pembicaraan publik jauh lebih banyak berkisar pada siapa yang paling dekat dengan kekuasaan politik atau siapa yang mampu mengonsolidasikan suara cabang terbanyak,” ujar Munji.

Terkait mekanisme pemilihan, Munji mengingatkan bahwa PCINU memiliki hak suara yang setara dengan pengurus cabang lainnya. PCINU berhak merekomendasikan sembilan nama Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) serta memilih langsung calon Ketua Umum PBNU.

Langkah ini, menurutnya, merupakan pengejawantahan nilai-nilai demokrasi dalam struktur kelembagaan NU. Keterlibatan PCINU diharapkan dapat memberikan warna global dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi Islam terbesar di dunia tersebut untuk masa khidmat mendatang. (Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |