REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Dengan tubuh tinggi menjulang, mudah mengenali Fictor Roring saat berjalan menelusuri lobi penghubung ICE BSD City, Tangerang. Mantan pelatih basket timnas itu berjalan paling belakang mengikuti jejak langkah dua anaknya dan istrinya. Coach Ito, sapaannya, merupakan salah satu pengunjung Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang baru dibuka untuk umum pada Kamis (30/7/2026).
Ito mengaku datang ke GIIAS 2026 untuk membandingkan produk. Sebab dengan hadir di satu area pameran, ia bisa membandingkan banyak merek sekaligus.
"Saya janji membelikan mobil untuk anak saya setelah dia selesai kuliah, jadi lihat-lihatnya sekarang, belinya masih nanti," kata sosok berpostur 195 cm itu.
Ito fokus pada tiga merek yang semuanya listrik, yakni Xpeng, BYD, dan Zeekr. "Saya sendiri sudah pakai mobil listrik Xpeng," ujar pria yang rumahnya tak jauh dari ICE BSD tersebut.
Dedek juga sama. Pria yang tinggal di Gading Serpong ini mengaku datang untuk mencari pilihan terbaik dulu. "Saya mencari mobil listrik, tapi ini lihat-lihat dulu," kata Dedek yang datang bersama istri dan anak lelakinya.
Datang ke pameran otomotif terbesar di Tanah Air ini hanya untuk melihat, membandingkan, atau sekadar cuci mata merupakan hal lumrah dari tahun ke tahun. Sebagai ilustrasi, dari total pengunjung GIIAS 2025 sebanyak 485.569 orang, total pemesanan (SPK) berada di angka 38 ribu unit.
Ini artinya hanya 7,83 persen dari total pengunjung yang hadir untuk membeli kendaraan. Namun, mereka yang tidak membuat SPK saat pameran berlangsung tak serta merta bisa dicap sebagai Rojali (Rombongan Jarang Beli).
Salah satu tenaga pemasaran di GIIAS, Andi (bukan nama sebenarnya), memberikan angka dari pengalaman pribadinya yang bisa jadi gambaran. "Saya baru bertugas mulai hari ini. Mulai dari pagi ini sampai sekarang, ada 30 pengunjung yang bertanya-tanya kepada saya, tapi baru ada dua SPK," kata Andi saat berbincang dengan Republika pada Jumat (31/7/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Bagi Andi, hal ini sangat wajar dalam setiap perhelatan otomotif. Ia membagi pengunjung yang tidak membuat SPK itu ke dalam berbagai kategori. Ada tipe yang sekadar melihat-lihat, ada juga yang membandingkan, sementara lainnya mengejar diskon.
"Sebagian yang tidak SPK itu biasanya datang pada hari terakhir untuk memanfaatkan diskon. Ada juga yang menghubungi nanti setelah pameran (GIIAS) berakhir dan ada juga yang kemudian memesan mobilnya di dealer yang dekat rumahnya. Jadi macam-macam dan itu wajar saja dalam pameran seperti ini," ungkap Andi.
Yang menjadi catatan, selain pabrikan mobil dan motor, ada juga perusahaan karoseri nasional serta perusahaan industri pendukung yang datang ke GIIAS. Pada tahun ini, ada 150 perusahaan pendukung otomotif yang ikut serta di GIIAS 2025, mulai dari helm, velg, dashcam, dan lainnya. Ada peluang mereka datang untuk membeli produk-produk tersebut di luar kendaraan.
GIIAS 2026 baru berjalan dua hari untuk umum. Belum ada data resmi dari GAIKINDO ataupun pabrikan tentang jumlah SPK yang keluar. "Biasanya angkanya bisa diketahui menjelang penutupan. Sekarang belum bisa jadi patokan dan gambaran angka di akhir pameran," kata staf humas salah satu pabrikan asal China.

12 hours ago
4

















































