Festival Film Pendek Angkat Praktik Pemberdayaan Komunitas

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Banyak inisiatif pemberdayaan komunitas di tingkat lokal belum mendapatkan ruang publik yang memadai. Minimnya visibilitas dinilai membuat dampak program sulit meluas dan menjangkau dukungan yang lebih besar.

Kondisi ini mendorong pemanfaatan medium kreatif untuk mengangkat praktik baik di masyarakat. Film pendek menjadi salah satu pendekatan yang dinilai efektif untuk memperluas narasi sosial dan meningkatkan keterlibatan publik.

Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 digelar dengan fokus pada isu pemberdayaan komunitas. Program ini melibatkan kolaborasi Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Tanoto Foundation, dan Campaign for Good.

Head of Strategic & Impact Communications Tanoto Foundation Deviani Wulandari mengatakan, banyak praktik baik di komunitas belum dikenal luas. “Melalui pendekatan kreatif seperti film pendek, kami melihat peluang untuk mengangkat praktik-praktik tersebut agar dapat dipelajari, direplikasi, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (30/4/2026).

Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation Primadi H Serad menilai, keterlibatan generasi muda menjadi penting dalam mengangkat isu sosial. “Kompetisi ini kami harap dapat menjadi ruang bagi generasi muda Indonesia untuk melatih semua itu, sambil mengangkat semangat dan inovasi masyarakat lokal Indonesia ke panggung internasional,” katanya.

Sementara itu, Founder & CEO Campaign for Good William Gondokusumo menekankan film sebagai medium partisipatif. “Melalui Inspiring Indonesia, kami tidak hanya mengajak masyarakat untuk menonton, kami mengajak mereka untuk terlibat, memberikan suara, dan menjadi bagian dari perubahan,” ujarnya.

Tahun ini, festival menghadirkan kategori baru berbasis kecerdasan buatan untuk memperluas akses produksi film. Inovasi ini diharapkan dapat menekan hambatan teknis dan biaya bagi kreator.

Selain itu, proses seleksi melibatkan mekanisme community vetting, yang memungkinkan publik ikut berperan dalam menilai karya. Pendekatan ini mendorong partisipasi lebih luas dalam proses kurasi.

Kompetisi ini menawarkan tiga kategori utama, yakni film pendek, proyek pemberdayaan komunitas, serta film berbasis AI. Finalis dari Indonesia akan melaju ke tingkat Asia.

Pendaftaran dibuka hingga 30 Juni 2026, dengan rangkaian seleksi dan penilaian hingga Agustus sebelum pengumuman pemenang pada September 2026.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |