Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah media barat memberitakan bahwa Mojtaba Khamenei, yang baru ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, memiliki sejumlah properti bernilai fantastis di London. Ini bahkan termasuk apartemen mewah yang berlokasi dekat Kedutaan Besar Israel.
Telegraph mengungkap bahwa Mojtaba memiliki dua apartemen mewah di kawasan elit Kensington, London Barat. Properti tersebut diperkirakan bernilai lebih dari 50 juta pound sterling atau sekitar Rp1,15 triliun, berada sangat dekat dengan Istana Kensington, kediaman resmi Pangeran dan Putri Wales.
Selain itu, laporan juga menyebut jaringan properti lain yang dikaitkan dengan Khamenei di kawasan Hampstead, London Utara. Di kawasan yang dikenal sebagai "Billionaire's Row" tersebut terdapat sekitar 11 rumah mewah yang diduga terkait dengannya melalui perantara bisnis dan perusahaan cangkang.
Secara keseluruhan, nilai portofolio properti yang dikaitkan dengan jaringan tersebut diperkirakan mencapai 200 juta pound sterling atau sekitar Rp4,58 triliun. Banyak dari properti itu dilaporkan jarang ditempati dan beberapa bahkan dalam kondisi terbengkalai.
Pakar keamanan juga menyoroti lokasi dua apartemen di Kensington yang berada sangat dekat dengan Kedutaan Besar Israel. Kedekatan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan risiko keamanan karena memungkinkan pemantauan aktivitas di sekitar misi diplomatik.
"Dua apartemen dengan garis pandang langsung itu bukan sekadar portofolio properti, melainkan bisa menjadi platform pengawasan permanen," ujar pakar kontra-terorisme Roger Macmillan, seperti dikutip media Inggris, Rabu (11/3/2026).
Properti-properti tersebut diketahui dibeli melalui jaringan perusahaan cangkang yang terdaftar di Isle of Man dan dikelola melalui seorang perantara bernama Ali Ansari. Ansari sendiri telah dikenai sanksi oleh otoritas Barat karena diduga memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), meskipun ia membantah tuduhan tersebut.
Otoritas Inggris juga dilaporkan telah membekukan sejumlah aset properti yang terkait dengan jaringan tersebut. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya menindak dugaan aliran dana yang berkaitan dengan aktivitas yang melanggar sanksi internasional.
Sebelumnya, Mojtaba Khamenei sendiri resmi menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi Iran setelah keputusan Majelis Pakar negara tersebut. Ia menjadi pemimpin ketiga Iran sejak Revolusi Islam 1979 dan mengambil alih kepemimpinan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
(sef/sef)
Addsource on Google

5 hours ago
2

















































