Ilustrasi(Dok BMKG)
GEMPA bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Kabupaten Simalungun, Sumut, pada Sabtu (15/8) sore. Guncangan sedang hingga kuat dirasakan warga di sejumlah kota, termasuk Medan dan Pematangsiantar.
Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa terjadi pada pukul 17.54 WIB. Episenter gempa terletak di koordinat 2,91° LU dan 98,93° BT.
Sumber gempa berada di darat pada jarak 11 kilometer arah tenggara Simalungun berkedalaman 168 kilometer.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng," ungkap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto,, Sabtu (15/8).
Wijayanto menjelaskan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme sesar geser turun (oblique normal fault). Hasil pemodelan BMKG mengonfirmasi, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), intensitas guncangan dirasakan hingga skala V MMI di Kota Tebingtinggi, Kecamatan Kabanjahe (Kabupaten Karo) dan Kota Limapuluh (Kabupaten Batubara).
"Getaran dirasakan hampir oleh semua penduduk hingga membuat banyak orang terbangun," ujar Wijayanto.
Adapun guncangan skala IV MMI dirasakan oleh warga di kawasan Raya, Panombeian Pane, Panei, Kota Pematangsiantar, Pangururan dan terasa juga sampai Kota Medan.
Hingga pukul 18.16 WIB, monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Karena itu BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Namun demikian, BMKG tetap mengimbau warga untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak. (H-2)
















































