Teknologi Mesin Pengaduk Pangkas Waktu Produksi Pakan hingga 74 Persen

3 hours ago 1
Teknologi Mesin Pengaduk Pangkas Waktu Produksi Pakan hingga 74 Persen Peternak menggunakan teknologi pengaduk pakan.(Kemendiktisaintek)

Peternak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, mulai memanfaatkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi produksi pakan. Penerapan mesin pengaduk pakan dengan sistem drum berputar terbukti mampu memangkas waktu pencampuran bahan pakan hingga 74,47%. Teknologi tersebut diterapkan melalui program pelatihan dan pendampingan bagi kelompok peternak Yayapo Pullet di Dusun Kidangberik, Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak, pada Juli 2026.

Program ini dilaksanakan oleh tim dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema) melalui pendanaan hibah BIMA 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Berdasarkan hasil pengujian di lapangan, mesin yang memiliki kapasitas hingga 50 kilogram per batch tersebut mampu menyelesaikan proses pencampuran pakan dalam rata-rata 5 menit 6,4 detik. Durasi tersebut jauh lebih singkat dibandingkan metode konvensional yang membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

Penerapan mesin tersebut tidak hanya mempercepat proses produksi, tetapi juga mengurangi kebutuhan tenaga kerja dalam proses pencampuran pakan. Jika sebelumnya diperlukan dua orang pekerja, kini pekerjaan tersebut dapat dilakukan oleh satu operator. Efisiensi tersebut memungkinkan tenaga kerja dialihkan untuk menangani aktivitas lain dalam operasional peternakan, terutama kegiatan pemeliharaan dan pengelolaan ternak.

Ketua Tim Pelaksana Polinema, Talifatim Machfuroh, mengatakan penerapan teknologi perlu disertai pendampingan agar alat dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan oleh mitra.

“Melalui pelatihan ini, kami tidak hanya menyerahkan mesin, tetapi memastikan operator memahami cara mengoperasikan, membersihkan, dan merawatnya secara aman. Penerapan mesin ini diharapkan membantu Yayapo Pullet mempercepat proses produksi dan menggunakan teknologi secara mandiri,” ujar Talifatim.

Untuk mendukung kemandirian operator, pelatihan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari penyampaian teori, demonstrasi penggunaan alat, hingga praktik langsung di lokasi peternakan. Para peserta diperkenalkan dengan berbagai komponen mesin, antara lain drum, rangka, motor penggerak, sistem transmisi, instalasi kelistrikan, serta jalur pengeluaran pakan. Peserta kemudian mempraktikkan seluruh tahapan pengoperasian, mulai dari memasukkan bahan hingga menghentikan mesin setelah proses pencampuran selesai.

Aspek keselamatan kerja juga menjadi bagian penting dalam pendampingan. Para peternak diberikan pemahaman mengenai pemeriksaan kondisi dan stabilitas mesin sebelum digunakan untuk mencegah gangguan teknis selama pengoperasian.

Selain itu, peserta mendapat edukasi mengenai prosedur pembersihan mesin setelah digunakan serta perawatan dasar secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kinerja mesin sekaligus memperpanjang masa pemanfaatannya. Kegiatan pendampingan melibatkan sejumlah dosen Polinema, yakni Ilham Saiful Fauzi dan Zakiyah Amalia, serta mahasiswa yang turut membantu proses pelatihan di lapangan.

Dari pihak mitra, Ketua Yayapo Pullet Ahmad Zainul Safitri bersama pengelola dan operator peternakan turut terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan kelompok peternak tersebut diharapkan mampu membangun sistem produksi pakan yang lebih cepat, efisien, terukur, dan aman. Penerapan teknologi tepat guna juga diharapkan dapat memperkuat produktivitas peternak sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara mandiri di tingkat usaha peternakan. (E-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |