Ilustrasi(Dok SAR Maumere)
TIM SAR Gabungan telah mengevakuasi 90 korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari jumlah tersebut, 40 orang meninggal dan 50 lainnya mengalami luka-luka.
Data sementara itu tercatat hingga Sabtu (15/8) pukul 18.30 WIB, korban tersebar di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Manggarai Barat, dan Nagekeo.
Di Manggarai, jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 24 orang, disusul Manggarai Timur 11 orang. Sementara di Sikka tiga orang meninggal, Manggarai Barat satu orang, dan Nagekeo satu orang.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan seluruh personel dan sarana dikerahkan untuk mempercepat pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban. "Kantor SAR Maumere mengerahkan seluruh personel ke wilayah yang menjadi pusat gempa di Nagekeo. Kami juga menggerakkan KN SAR Puntadewa untuk mengoptimalkan operasi SAR. Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman," ujar Fathur.
Sebanyak 281 personel dari unsur TNI, Polri, KSOP, BPBD, PMI, pemerintah daerah, serta potensi SAR lainnya terlibat dalam operasi tersebut.
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT sekitar pukul 05.58 WITA, Sabtu (15/8), dengan pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang kemungkinan tertimbun reruntuhan serta mengevakuasi warga terdampak ke lokasi aman. Operasi terus dimaksimalkan dalam 72 jam pertama setelah bencana untuk menemukan dan menyelamatkan korban.
Sementara itu, KN SAR Puntadewa yang berlayar dari Labuan Bajo, telah tiba di Pelabuhan Mbay untuk memperkuat operasi evakuasi. Sementara helikopter Basarnas yang telah berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, disiapkan untuk mendukung operasi di wilayah terdampak pada Minggu (16/8) pagi.(H-2)
















































