REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Genera-Z Berbakti, program bagi mahasiswa untuk beradu ide dan berkontribusi langsung di desa wisata binaan Bakti BCA, telah memasuki babak delapan besar. Delapan tim terpilih menjadi finalis di antara lebih dari 260 proposal dari 98 perguruan tinggi negeri dan swasta.
Para finalis tersebut berasal dari Universitas Cenderawasih, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, IPB University, Universitas Indonesia, dan BINUS University.
Delapan finalis tersebut akan beradu gagasan membuktikan kesiapan masing-masing untuk turun langsung ke lokasi tujuan pada Juli hingga Agustus 2026. Adu gagasan delapan tim finalis dapat disaksikan mulai 20 Juni di kanal YouTube BCA dan platform mitra.
Berikut lokasi kegiatan pengabdian masyarakat yang diperebutkan finalis Genera-Z Berbakti 2026:
- Desa Wisata Kreatif Terong, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung
- Desa Wisata Situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
- Desa Wisata Patakbanteng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah
- Desa Wisata Kakaskasen Dua, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
“Melalui Genera-Z Berbakti, BCA berupaya menjembatani serta menghubungkan ide kreatif dan inovatif dari mahasiswa dengan masyarakat di berbagai desa wisata binaan Bakti BCA. Kami yakin program ini dapat membawa dampak positif bagi mahasiswa serta masyarakat di daerah tujuan. Kolaborasi lintas sektor seperti ini dibutuhkan untuk menjamin keberhasilan Indonesia mengoptimalkan bonus demografi dan mencapai target Indonesia Emas 2045,” kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn.
Genera-Z Berbakti 2026 menghadirkan tiga sosok panelis, yaitu Duta Bakti BCA Nicholas Saputra, Entertainer & Sociopreneur Cinta Laura, serta Ilmuwan dan Wirausaha Sosial Tri Mumpuni. Cinta Laura dan Tri Mumpuni adalah sosok baru yang akan menemani Nicholas Saputra, setelah pada edisi 2025 lalu Duta Bakti BCA menjadi panelis bersama Happy Salma dan Profesor Yohanes Surya.
“Kami melihat ide-ide dari teman-teman mahasiswa begitu tajam. Mereka terlihat fokus menggali masalah dan alasan di balik penawaran-penawaran program tersebut. Para peserta terlihat antusias. Teman-teman mahasiswa tampak lebih siap secara proposal dan lebih kompak,” kata Nicholas Saputra.
Genera-Z Berbakti 2026 memiliki serangkaian kisah menarik dari para finalis yang punya beragam latar belakang serta motivasi berbeda dalam mengikuti program ini. Tim Lestari dari Universitas Cenderawasih (Uncen), misalnya, mengaku sering menghabiskan waktu hingga larut malam di lingkungan kampus selama menyusun proposal kegiatan.
“Kami tidak mau setengah-setengah, sehingga sudah membedah peluang selama tiga hari berturut-turut sebelum mendaftar. Kami bahkan sering berdiskusi sampai larut malam ditemani satpam,” kata Syahlika, mahasiswi Prodi Ilmu Keperawatan Uncen yang juga anggota tim Lestari.
Ada juga kisah dari Tri Febriansah, seorang anggota kelompok DESA HIDUP dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Dia mengaku, Genera-Z Berbakti membuatnya bisa lebih banyak memiliki waktu bersama teman-teman di kampus. Hal itu disebutnya tidak pernah terjadi sebelum Tri ikut Genera-Z Berbakti.
“Sebelumnya saya kurang aktif di kampus dan lebih banyak kegiatan di luar, sehingga kekurangan momen bersama teman-teman. Dengan mengikuti Genera-Z Berbakti saya jadi lebih banyak meluangkan waktu di kampus dan memiliki momen bersama teman-teman untuk menyusun proposal, pitch deck, dan lain-lainnya. Itu semua berkesan untuk saya,” kata Tri yang merupakan mahasiswa jurusan Teknik Informatika UIN Sunan Gunung Djati.

4 hours ago
3
















































