Jakarta, CNBC Indonesia — Pasar saham Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Kamis, seiring pelaku pasar menanti keputusan kebijakan moneter Bank of Korea (BoK) dan mencermati pergerakan pasar global.
Mengutip CNBC.com, Kamis (15/1/2026), Bank Sentral Korea Selatan diperkirakan menahan suku bunga acuan di level 2,50%, menyusul pelemahan nilai tukar won yang mempersempit ruang pelonggaran kebijakan, berdasarkan jajak pendapat ekonom Reuters. Di pasar, indeks KOSPI Index tercatat relatif datar, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil KOSDAQ melemah 0,42%.
Di Jepang, Nikkei 225 Index turun 0,63%, sedangkan TOPIX bergerak mendatar. Koreksi ini terjadi setelah Nikkei menembus rekor tertinggi sepanjang masa.
Sementara itu, saham Toyota Industries melonjak 5,8% setelah Toyota Motor mengumumkan peningkatan penawaran akuisisi menjadi 18.800 yen per saham. Sentimen korporasi tersebut memberi warna positif di tengah pasar Jepang yang cenderung melemah.
Di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng Index berada di 26.901, mengindikasikan pembukaan yang sedikit lebih lemah dibanding penutupan sebelumnya di 26.999,81. Sementara itu, indeks Shanghai Composite bergerak relatif stagnan.
Penguatan terjadi di Australia, dengan S&P/ASX 200 naik 0,38%.
Dari pasar mata uang, yen Jepang menguat tipis ke 158,34 per dolar AS. Pelaku pasar terus mengawasi potensi intervensi otoritas Jepang, menyusul pelemahan yen ke level terendah 18 bulan awal pekan ini.
Sementara itu, Wall Street kembali terkoreksi semalam. S&P 500 turun 0,53% ke 6.926,60, Dow Jones Industrial Average melemah 0,09% ke 49.149,63, dan Nasdaq Composite anjlok 1% ke 23.471,75-menandai hari kedua berturut-turut pelemahan tiga indeks utama.
Tekanan datang dari sektor teknologi, khususnya saham semikonduktor. Broadcom anjlok 4%, sementara Nvidia dan Micron Technology masing-masing turun lebih dari 1%. Reuters melaporkan, mengutip sumber terkait, bahwa otoritas bea cukai China mengimbau agen agar chip Nvidia H200 tidak diizinkan masuk ke negara tersebut-menambah tekanan pada saham teknologi global.
Pelaku pasar Asia kini menanti arah kebijakan BoK dan perkembangan lanjutan dari AS serta dinamika geopolitik, yang berpotensi menentukan volatilitas jangka pendek di kawasan.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
1

















































