Prediksi Cuaca Jakarta Kamis 5 Maret: Hujan Lebat Masih Mengintai

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah wilayah Jakarta diperkirakan diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat pada hari ini, Kamis (5/3).

Dalam Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek periode 4-8 Maret, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan diguyur hujan lebat hingga sangat lebat pada Kamis (5/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, wilayah Jabodetabek lain diperkirakan bakal diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Potensi cuaca ekstrem ini diprediksi akan disertai angin kencang di Tangerang, Tangerang Selatan, seluruh wilayah Jakarta, serta Kepulauan Seribu.

Kondisi hujan dan angin kencang ini diperkirakan berlanjut hingga Jumat (6/3), dengan Jakarta Utara berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan.

BMKG menyebut sejumlah dinamika atmosfer akan berdampak signifikan terhadap kondisi cuaca di Tanah Air selama pekan ini, salah satunya bibit siklon tropis.

Bibit Siklon Tropis 90S saat yang terbentuk pada 28 Februari saat ini berada di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.

"Bibit Siklon ini berpeluang Tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah timur dalam periode 24 jam ke depan," tulis BMKG di Instagram, Rabu (4/3).

Bibit siklon tropis ini berpotensi memicu cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Selain itu, bibit siklon ini juga berpotensi memicu gelombang laut tinggi di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Selat Sunda, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Bali.

Selain bibit siklon tropis tersebut, BMKG juga memprediksi Sistem Tekanan Rendah (Low) berada di Samudra Pasifik utara Papua, di Teluk Carpentaria, dan di pesisir Barat Laut wilayah Australia. Sistem Tekanan Rendah ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Samudra Pasifik utara Papua, Perairan selatan NTT, dan Australia bagian utara atau di sekitar sistem.

"Kondisi tersebut dapat mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon tropis, dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut," kata BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan Periode 2-8 Maret 2026.

Lebih lanjut, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih terus mempengaruhi kondisi atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Aktivitas MJO diprakirakan berada pada fase 5 (Maritime Continent) dan fase 6 (Western Pacific), yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.

BMKG mengatakan kombinasi antara MJO dan gelombang atmosfer tersebut diprakirakan aktif di wilayah Laut Cina Selatan, Samudra Hindia barat daya Lampung hingga NTT, Bali, NTB, NTT, pesisir selatan Jawa, perairan utara Bali hingga utara NTT, yang berpotensi mendukung peningkatan curah hujan di wilayah tersebut.

(lom/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |