Grebeg Suro Menggema di Daerah, dari Festival 1.000 Blangkon hingga Penggerak Ekonomi Lokal

8 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semangat pelestarian budaya Nusantara kembali mengemuka melalui rangkaian perayaan Grebeg Suro yang digelar di berbagai daerah. Tradisi yang identik dengan pergantian Tahun Baru Islam ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga menjelma sebagai pengikat harmoni sosial sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Paguyuban Jawa Kota Singkawang (PJKS) bersiap menggelar Kirab Budaya Grebeg Suro ke-2 pada 20–27 Juni 2026. Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah Festival 1.000 Blangkon yang akan digelar pada malam pembukaan di Taman Parkir Kridasana.

Ketua PJKS Sutopo Aryanto menjelaskan, festival tersebut bukan sekadar pertunjukan, melainkan simbol pelestarian nilai-nilai budaya Jawa. “Blangkon melambangkan kesederhanaan dalam berpikir agar tidak berlebihan. Nilai ini yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain Festival 1.000 Blangkon, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan Festival Reog dan Jaranan se-Kalimantan Barat, pawai kirab budaya, hingga tradisi gunungan yang menjadi ciri khas Grebeg Suro. Berbagai kegiatan pendukung turut disiapkan, seperti pameran seni budaya, permainan tradisional, pemilihan Arjuna dan Srikandi PJKS, fashion show busana Jawa, hingga pertunjukan tari kolosal.

Pemerintah daerah pun menyambut positif penyelenggaraan ini. Sekretaris Daerah Kota Singkawang Dwi Yanti menegaskan bahwa Grebeg Suro telah menjadi bagian dari identitas kota yang multikultural. “Kegiatan ini memperkuat persaudaraan lintas etnis sekaligus menegaskan Singkawang sebagai kota yang toleran,” katanya.

Tak hanya sebagai ruang budaya, Grebeg Suro juga diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata dan menggerakkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.

Semangat serupa juga terlihat di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Pemerintah daerah setempat berencana menjadikan karnaval budaya “Grebek Suro Jaranan” sebagai agenda tahunan untuk memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya.

Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam mempererat kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada publik yang lebih luas. Ia bahkan mendorong agar penyelenggaraan tahun mendatang dapat digelar lebih besar dan meriah.

Festival Grebeg Suro Jaranan yang digelar setiap bulan Muharram ini diikuti oleh 25 grup kuda kepang serta kelompok tari dari 15 kecamatan. Kegiatan diawali dengan pawai budaya dan dilanjutkan pertunjukan jaranan kolosal yang berlangsung hingga sore hari.

sumber : Antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |