REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR, – Gubernur Bali Wayan Koster melarang keras jajaran pemerintah daerah melakukan penanganan yang tidak humanis terhadap warga penghuni rumah bedeng di lokasi eks kebakaran Jalan Nakula, Pemecutan Klod, Denpasar. Ia menegaskan pendekatan kemanusiaan wajib dikedepankan dalam proses penertiban pascabencana.
"Pelan-pelan karena ini menyangkut orang, jadi jangan sampai juga kita melakukan tindakan yang tidak humanis. Jadi harus humanis, caranya kalau kita akan pindahkan seperti ini ya siapkan tempatnya, ditangani, diatasi dulu," tegas Koster di Denpasar, Senin.
Diketahui, pekan lalu api berkobar hebat melahap lahan seluas sekitar 4 hektare di Jalan Nakula. Kebakaran tersebut menghanguskan puluhan rumah bedeng semipermanen yang mayoritas dihuni oleh warga pendatang, menyisakan harta benda yang ludes dan persoalan penertiban lahan.
Lahan Aset Pemda, Bukan Milik Warga
Gubernur Koster menjelaskan bahwa lahan yang selama ini berdiri bangunan bedeng penampungan tersebut merupakan aset resmi milik pemerintah daerah, bukan milik perorangan atau warga lokal. Keberadaan bangunan liar yang telah berlangsung menahun di lokasi itu diakuinya terjadi akibat kendala pengawasan di lapangan.
Menurutnya, dinamika penataan kawasan di Bali tidak bisa diselesaikan secara instan mengingat banyaknya lahan kosong yang kerap tiba-tiba telah diisi oleh warga. Meski demikian, Pemprov Bali tetap mengarahkan agar penertiban dan pemindahan warga pendatang dari area eks kebakaran tersebut tetap wajib mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan solusi relokasi yang matang.
Wacana Pembangunan Infrastruktur
Terkait kelanjutan pemanfaatan lahan eks kebakaran Jalan Nakula yang ramai diisukan akan menjadi area pembangunan, Koster mengungkapkan adanya wacana penataan kawasan oleh Pemkab Badung. Saat ini, Pemkab Badung sedang melakukan kajian mendalam terkait rencana pembangunan infrastruktur di lokasi tersebut.
"Saya belum tahu, tetapi yang jelas itu memang ada rencana dari Bupati Badung untuk pembangunan infrastruktur, apakah akan tepat melintasi wilayah itu atau tidak, sedang distudi," kata Koster.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 week ago
22

















































