Harga Emas Mengamuk Lagi, Bandar Sedang Waspada Musim Pernikahan India

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas melesat tetapi banyak cerita negatif membayangi.

Harga emas spot sangat labil karena berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga serta kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga energi.

Merujuk Refinitiv, harga emas ditutup di posisi US$ 5.169,92 per troy ons pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (6/3/2026). Harganya terbang 1,83%.

Kendati demikian, harga emas tetap ambruk 2,03% dalam sepekan. Pelemahan ini mengakhiri rekor positif dalam empat pekan beruntun sebelumnya yang selalu naik.

Kenaikan harga emas juga sangat volatile pekan ini. Harga emas sempat ambruk 4,5% pada Selasa kemudian naik 1% pada Rabu tetapi jatuh 1,14% lagi pada Kamis.

Permintaan emas fisik di India melemah pekan ini karena harga yang sangat volatil di tengah eskalasi konflik Timur Tengah membuat para pembeli menahan diri. Sementara itu, premi emas di China tetap kuat seiring meningkatnya permintaan investasi.

Penutupan wilayah udara di sejumlah negara kawasan telah mengurangi pasokan secara tajam, sehingga diskon harga emas di India menyempit.

"Pembeli ritel (di India) kesulitan menerima lonjakan harga yang sangat besar. Pada level harga saat ini, membeli emas menjadi semakin tidak terjangkau," kata Varghese Alukka, direktur pelaksana perusahaan perhiasan Jos Alukkas yang berbasis di Thrissur, negara bagian Kerala, India Selatan, dikutip dari Reuters.

Harga emas domestik di India diperdagangkan sekitar INR 160.000 (US$1.745,96) per 10 gram pada Jumat, setelah sebelumnya sempat naik hingga INR 169.880 pada awal pekan ini.

Pedagang emas batangan di kawasan tersebut menawarkan diskon hingga US$28 per ons terhadap harga resmi emas domestik minggu ini (termasuk bea impor 6% dan pajak penjualan 3%). Diskon ini lebih kecil dibandingkan minggu lalu yang mencapai US$65 per ons, level tertinggi dalam 10 bulan.

Impor emas India dari pemasok utama, Uni Emirat Arab, hampir terhenti akibat pembatalan penerbangan secara luas dan penutupan wilayah udara setelah konflik Timur Tengah. Hal ini turut membantu memperkecil diskon harga emas, kata seorang dealer berbasis di Mumbai dari bank swasta.

"Permintaan dari musim pernikahan masih lemah. Pembeli menunda pembelian karena harga sangat volatil," tambahnya.

Di India, musim pernikahan merupakan pendorong utama pembelian emas, karena perhiasan menjadi bagian penting dari busana pengantin serta hadiah umum dari keluarga dan tamu.

Sementara itu, permintaan emas fisik di pasar China tetap kuat meskipun harga spot meningkat.

Emas diperdagangkan dengan premi sekitar US$13-US$15 per troy ons di atas harga acuan global minggu ini, sedikit lebih tinggi dibandingkan premi minggu lalu yang berada di kisaran US$12-US$13.

Premi yang stabil tersebut menunjukkan permintaan emas fisik di China masih solid.

"Premi yang stabil berarti permintaan emas fisik masih sangat kuat di China, bahkan setelah harga emas melampaui US$5.000. Kita bisa melihat masyarakat tetap membeli emas untuk investasi jangka panjang," kata Peter Fung, kepala dealing di Wing Fung Precious Metals.

CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |