Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia selama ini masih impor plastik dan barang daripadanya di tengah kenaikan harga minyak dunia imbas perang di Timur Tengah. Besarannya mencapai US$873,2 juta atau jika dirupiahkan berkisar Rp14,84 triliun (kurs Rp17 ribu) sepanjang Februari 2026.
Deputi Bidang Distribusi Statsitik dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan impor plastik dan barang dari plastik merupakan bagian dari kelompok non migas.
"Impor plastik atau barang dari plastik di Februari 2026 mencapai US$873,2 juta," ujarnya Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ateng ada tiga negara utama asal impor plastik dan barang dari plastik yang masuk ke Indonesia. Rinciannya, China, Thailand dan Korea Selatan.
"Impor komoditas ini yaitu dari China US$380,1 juta, dari Thailand US$82,7 juta, dan dari Korsel US$66,7 juta," jelasnya.
Berdasarkan data BPS, impor plastik dan barang dari plastik pada Februari lebih rendah dari Januari 2026 yang tercatat US$949,2 juta dan lebih tinggi dari Febrauari 2025 yang tercatat US$810,4 juta.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya mendengar keluhan dari para pedagang terkait melonjaknya harga plastik saat blusukan ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan Menteri Perdagangan Budi Susanto.
Keduanya hendak mengecek stok bahan pangan dan pergerakan harganya.
Para pedagang menyebut kenaikan harga plastik sudah terjadi sebelum Lebaran. Harga plastik berbagai ukuran naik hingga Rp6.000 per pak. Jika sebelumnya harga plastik per pak Rp17 ribu, kini dibanderol Rp23 ribu per pak.
Akibat harga plastik naik tinggi, pedagang terpaksa mengeluarkan modal lebih banyak dan menggerus keuntungan mereka.
Menurut Zulhas, kenaikan harga plastik terjadi di seluruh daerah. Lonjakan harganya pun sangat tinggi.
"Saya dengar bijih plastiknya naiknya luar biasa. Karena plastik itu kan dari BBM kan. Ya nanti kita akan bahas secara khusus, kok tiba-tiba naiknya begitu tinggi. Kita akan undang beberapa pihak terkait," ujar Zulhas sapaan akrabnya.
(ldy/ins)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
1

















































