Terima Kasih Turis China, Pariwisata RI di Februari Terbantu Kata BPS

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja pariwisata Indonesia pada Februari 2026 menunjukkan dua arah berbeda. Di satu sisi, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) masih tumbuh kuat secara tahunan. Namun di sisi lain, tren bulanan mulai melandai, menandakan momentum yang tidak sepenuhnya solid.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total kunjungan wisman pada Februari 2026 mencapai 1,16 juta kunjungan. Angka ini turun 2,42% dibandingkan Januari 2026 (month-to-month), tetapi masih melonjak 13,37% dibandingkan Februari 2025 (year-on-year).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, kunjungan tersebut didominasi melalui pintu masuk utama.

"Pada Februari tahun 2026, kunjungan wisman melalui pintu masuk utama sebanyak 1.036.000 kunjungan. Sementara wisman yang masuk melalui pintu masuk perbatasan sebanyak 157.654 kunjungan," ungkap Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).

Secara kumulatif, performa sektor ini masih terjaga. Sepanjang Januari-Februari 2026, total kunjungan wisman mencapai 2,35 juta kunjungan, meningkat 7,77% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus menjadi capaian tertinggi sejak 2021.

Meski secara bulanan melemah, BPS melihat ada faktor pendorong yang menahan penurunan lebih dalam, yakni lonjakan wisatawan asal China.

"Wisatawan berkebangsaan China mengalami peningkatan yang cukup besar, yaitu meningkat 35,91 persen," ujarnya.

Lonjakan ini tak lepas dari momentum libur panjang Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026. Momen tersebut mendorong arus wisatawan China ke berbagai destinasi, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, dua pasar utama lain justru melemah. Kunjungan wisatawan asal Malaysia dan Singapura tercatat menurun dibandingkan Januari 2026.

Secara komposisi, Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar wisman dengan porsi 11,18%, diikuti China 13,01% dan Singapura 11,43%.

Bali Tetap Jadi Gerbang Utama

Dari sisi pintu masuk, arus wisman masih terkonsentrasi di Bali. Bandara Ngurah Rai menjadi pintu utama dengan dominasi wisatawan asal Australia.

Selain Bali, pintu masuk lain seperti Soekarno-Hatta, Batam, Juanda, hingga Kualanamu turut menyumbang kunjungan, namun volumenya jauh lebih kecil.

Sementara itu, pergerakan wisatawan domestik (wisatawan nusantara/wisnus) justru menunjukkan pelemahan lebih dalam secara bulanan.

Pada Februari 2026, jumlah perjalanan wisnus tercatat 91,14 juta perjalanan, turun 10,69% dibandingkan Januari 2026. Meski demikian, secara tahunan masih tumbuh tipis 0,70%.

"Jadi tadi month-to-month mengalami penurunan, tetapi Wisnus year on year-nya mengalami peningkatan 0,70 persen," ujar Ateng.

Secara kumulatif Januari-Februari 2026, perjalanan wisnus mencapai 193,17 juta perjalanan, sedikit turun 0,17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ateng menegaskan, perlambatan ini belum mencerminkan kondisi puncak pergerakan wisata domestik. Pasalnya, momen Lebaran 2026 jatuh pada Maret, sehingga dampaknya belum masuk dalam data Februari.

"Data pariwisata yang dirilis pada hari ini merupakan data kondisi Februari 2026," katanya.

Ia menambahkan, lonjakan pergerakan masyarakat diperkirakan baru akan terlihat pada rilis berikutnya.

"Nanti insya Allah di bulan depan pada rilisnya kita akan melihat bagaimana kondisi Wisnus-nya, terutama pengaruh dari lebaran," pungkas dia.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |