Hasil Selisik Awal PBB soal Serangan ke UNIFIL: Ada Proyektil Israel

16 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan hasil investigasi awal serangan yang menyasar tiga prajurit TNI yang bertugas dalam Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon (UNIFIL) tewas pada 29-30 Maret.

Dalam jumpa pers di Markas PBB New York, pada Selasa (7/4), juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric menyampaikan sejumlah detail terkait jenis hingga asal muasal proyektil yang menghantam pasukan UNIFIL dalam dua insiden tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait insiden 29 Maret, berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi dampak dan khususnya fragmen proyektil yang ditemukan di posisi Perserikatan Bangsa-Bangsa 7-1, proyektil tersebut adalah peluru utama tank kaliber 120 mm, yang ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur, menuju Ett Taibe," kata Dujarric.

PBB padahal, kata dia, sudah memberikan koordinat seluruh posisi dan fasilitas UNIFIL ke Israel pada 6 Maret dan 22 Maret guna mengurangi risiko terhadap personel penjaga perdamaian ini.

Dujarric lalu mengungkap temuan awal dalam insiden 30 Maret.

"Berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi ledakan, kendaraan yang terdampak, serta perangkat peledak rakitan (IED) kedua yang ditemukan di dekat lokasi pada hari yang sama, ledakan tersebut disebabkan oleh IED yang diaktifkan oleh korban (tripwire)," lanjut dia.

[Gambas:Video CNN]

Lebih jauh, Dujarric mengatakan berdasarkan investigasi lokasi kejadian, karakteristik ledakan, serta konteks saat ini, "IED tersebut kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah."

Dia menekankan temuan tersebut masih tahap awal dan berdasarkan bukti awal.

Proses investigasi penuh, lanjut Dujarric, masih dilakukan PBB termasuk prosedur serta keterlibatan dengan pihak terkait untuk memahami konteks dan keadaan secara menyeluruh.

Dia juga mengatakan PBB akan membentuk Dewan Penyelidikan untuk menangani kedua kasus itu, sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Di kesempatan ini, Dujarric turut menyampaikan bahwa temuan awal itu sudah disampaikan ke Indonesia, Israel, dan Lebanon.

Ketiga TNI tersebut tewas di tengah konflik Israel dan Hizbullah. Pemerintah Indonesia sudah meminta PBB untuk menyelidiki secara komprehensif dan independen.

Indonesia juga meminta PBB segera menerapkan langkah-langkah darurat untuk memastikan perlindungan penuh bagi personel dan aset UNIFIL.

"Ini termasuk peninjauan protokol pengaturan keamanan, dan pengaktifan rencana darurat dan evakuasi yang sesuai dengan perkembangan di lapangan," kata perwakilan tetap RI di PBB Umar Hadi saat rapat darurat Dewan Keamanan PBB pekan lalu.

(isa/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |