HUT Kemerdekaan ke-81 RI, 200 Ribu Nelayan Aceh Libur Melaut

1 day ago 3
HUT Kemerdekaan ke-81 RI, 200 Ribu Nelayan Aceh Libur Melaut Kapal nelayan parkir bersandar di tempat pendaratan ikan kawasan pesisir Selat Malaka, Kabupaten Pidie, Aceh( MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

PERAYAAN HUT ke-81 RI memperingati hari kemerdekaan yang jatuh pada Senin (17/8), sekitar 200 ribu nelayan di Provinsi Aceh, libur melaut

Libur turun berlayar pada HUT Kemerdekaan RI itu merupakan suatu aturan hukum adat laut. Seluruh nelayan tradisional dan pelaut kapal motor patuh untuk tidak mencari ikan di wilayah provinsi paling barat Indonesia itu. 

"Siapa saja melakukan pelanggaran, tentu akan dikenai sanksi sesuai hukum adat laut setempat. Misalnya seluruh hasil tangkapan disita oleh Panglima Laot Lhok (Panglima Laut Wilayah) setempat," tutur M Adli Abdullah tokoh nelayan Aceh yang juga budayawan dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. 

Dikatakan Adli Abdullah, larangan melaut bagi para nelatan tersebut sudah menjadi tradisi turun temurun sejak awal kemerdekaan RI. Itu merupakan bentuk rasa syukur terhadap nikmat kemerdekaan.

Selain itu, tradisi tersebut dilakukan untuk jasa para pahlawan dan para pejuang kemerdekaan. Para nelayan di Aceh akan kembali berlayar sehari kemudian setelah perayaan kemerdekaan RI yaitu pada 18 Agustus 2026.

Untu mengisi hari libur nasional, para nelayan berkesempatan memperbaiki alat tangkap dan fasilitas melaut lainnya. Mereka juga memanfaatkan waktu bersama keluarga dan bersilaturrahmi sesama. 

"Ada empat momen nelayan Aceh libur melaut. Yaitu pada Lebaran Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Ulang tahun kemerdekaan dan hari memperingati Tsunami Aceh setiap 26 Desember. Ini hari-hari mengenang kenesararan Allah, saat mensyukuri nikmat kemerdekaan dan waktu luang beristirahan santai bersama keluarga dan putra-putrinya," tutur M Adli Abdullah yang juga dosen senior USK. (H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |