REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat melaporkan kebakaran lahan dan hutan di wilayah Gunung Paseban, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Senin (27/7/2026) sore. Petugas saat ini masih berupaya memadamkan api yang masih menyala.
Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat membenarkan telah terjadi kebakaran lahan dan hutan di wilayah Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Senin (27/7/2026). Ia mengatakan petugas masih berjibaku berusaha memadamkan api yang masih menyala.
"Terjadi kebakaran hutan dan lahan diduga dipicu oleh human error dan disertai angin," ucap dia, Senin (27/7/2026). Ia mengatakan petugas saat ini masih berupaya memadamkan api.
Sebelumnya, Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan wilayah Jawa Barat sudah memasuki musim kemarau. Mereka menyebut musim kemarau datang lebih cepat dan berlangsung panjang.
Prakirawan Stasiun Klimatologi Jawa Barat Vivi Indhira mengatakan musim kemarau sudah berlangsung sejak Maret untuk sebagian wilayah seperti Kota Bekasi dan Kabupaten Karawang bagian Utara. Sedangkan sebagian wilayah memasuki kemarau pada bulan April di Karawang tengah, Subang tengah dan sebagian Indramayu.
"Sebanyak 56 persen wilayah di Jawa Barat diprediksi akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei," ucap dia saat sesi konferensi pers daring, Selasa (14/4/2026).
Ia melanjutkan, sebagian wilayah yang akan memasuki kemarau pada bulan Juni yaitu sebagian besar Kabupaten Bogor, Sukabumi Utara, Cianjur tengah, Bandung Barat bagian timur, Kota Bandung, Bandung bagian barat, Garut tenggara, Tasikmalaya bagian selatan dan Pangandaran bagian Barat. Sedangkan dua persen wilayah yang termasuk dalam kategori zona tipe 1 musim yaitu berada di wilayah Kota Bogor, Bogor bagian tengah, dan sebagian kecil Sukabumi bagian utara.
"Jika dibandingkan dengan kondisi normalnya, maka sebagian besar wilayah Jawa Barat, yaitu sebanyak 66 persen diprediksi akan memasuki musim kemarau lebih cepat atau maju dibandingkan dengan normalnya," kata dia.
Sedangkan 25 persen wilayah diprediksi akan memasuki musim kemarau sama dengan normalnya, dan 7 persen wilayah diprediksi akan memasuki musim kemarau mundur atau lebih lambat jika dibandingkan dengan kondisi normalnya. Sedangkan dua persen wilayah termasuk dalam tipe 1 musim.
(N-Muhammad Fauzi Ridwan)
========================

2 hours ago
6
















































