Jumpa pers PT Liga Indonesia Baru (I.League).(Dok. MI)
PT Liga Indonesia Baru (I.League) mendorong klub-klub Super League untuk terus memberikan ruang bagi talenta muda berkembang di kompetisi kasta tertinggi. Langkah ini tetap menjadi prioritas meski aturan wajib memainkan pemain U-23 dalam setiap pertandingan resmi dihapus pada musim 2026/2027.
Sebelumnya, pada musim 2025/2026, I.League mewajibkan setiap klub Super League menurunkan minimal satu pemain lokal U-23 sebagai starting XI dengan durasi bermain sekurang-kurangnya 45 menit. Namun, memasuki musim baru ini, regulasi tersebut tidak lagi diberlakukan.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjelaskan bahwa penghapusan aturan wajib U-23 ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang yang telah disusun sebelumnya.
"Pemain U-23 memang kami hapuskan. Ini sudah dirancang dari beberapa tahun yang lalu, kemudian per musim ini memang sudah tidak ada," ujar Ferry dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (26/8).
Skema Insentif sebagai Pengganti
Sebagai pengganti regulasi wajib tersebut, I.League telah menyiapkan skema insentif finansial bagi klub-klub yang berkomitmen memberikan menit bermain kepada pemain muda secara sukarela.
"Penggantinya akan diberikan insentif yang lebih besar bagi klub-klub yang menggunakan pemain dengan menit bermain secara gradual kepada pemain usia muda, under 23. Semakin muda usia pemain yang dimainkan, semakin besar insentif yang diberikan," jelas Ferry.
Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan pergeseran tren sepak bola global, di mana kategori usia emas (golden age) pemain kini menjadi jauh lebih muda dibandingkan satu dekade lalu.
Mencari 'Lamine Yamal' Indonesia
Ferry Paulus secara spesifik mencontohkan bintang muda Barcelona dan Timnas Spanyol, Lamine Yamal, sebagai tolok ukur keberhasilan pembinaan pemain muda di level tertinggi. Yamal diketahui mencatatkan debut profesionalnya pada usia 15 tahun 9 bulan.
"Kami ingin punya Yamal-Yamal yang lain juga, sehingga kami memberikan insentif yang betul-betul ekstra. Semakin muda, semakin besar yang kami berikan," tutur Ferry.
Hingga saat ini, Yamal yang baru menginjak usia 19 tahun telah membukukan 152 penampilan bersama Barcelona dengan kontribusi 49 gol dan 15 assist. Di level internasional, ia telah mengoleksi 33 penampilan untuk tim nasional senior Spanyol dan sukses meraih gelar Piala Eropa 2024 serta Piala Dunia 2026.
Dengan skema insentif ini, I.League berharap klub-klub Super League lebih berani mengorbitkan pemain remaja berbakat tanpa merasa terbebani oleh regulasi formal, melainkan didorong oleh motivasi pengembangan prestasi dan apresiasi finansial. (H-3)















































