Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (23/2) dengan penguatan 1,50% ke level 8.396,08.
Kenaikan indeks didorong oleh pergerakan saham-saham perbankan dan konglomerasi, dengan Bank Mandiri naik 2,93%, Bank Rakyat Indonesia menguat 1,56%, serta Bank Mega melesat 24,77% dan menjadi penggerak utama pasar. Sementara itu, tekanan terlihat pada saham Amman Mineral Internasional yang turun 1,27%, Mora Telematika Indonesia melemah 4,05%, dan Sinar Mas Multiartha terkoreksi 2,05%.
Dari sisi aliran dana, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp1,10 triliun di pasar reguler dan Rp1,14 triliun di seluruh pasar. Secara sektoral, seluruh 11 sektor berakhir di zona hijau, dengan sektor Basic Industry mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 3,31%.
Kendati demikian, minat investor asing terhadap aset berbasis Indonesia masih terlihat melalui penguatan ETF EIDO sebesar 0,28% dan MSCI Indonesia yang naik 1,44%.
Dari sisi teknikal, IHSG kini sedang mencoba menembus level psikologis 8.400 yang juga menjadi area resistance. Jika level ini berhasil dilewati, ruang penguatan berikutnya mengarah ke kisaran 8.600 hingga 8.700.
Area tersebut merupakan gap yang ditinggalkan IHSG saat terjadi tekanan jual besar pada akhir Januari, ketika MSCI mengumumkan pembekuan terhadap indeks saham Indonesia dan menyatakan potensi penurunan status dari emerging market menjadi frontier market.
Secara historis, gap dalam pergerakan teknikal kerap cenderung tertutup, meski waktunya tidak selalu bisa dipastikan. Dengan momentum saat ini, peluang IHSG untuk mengisi area tersebut tetap terbuka.
Dari sisi korporasi, BUMA Internasional Grup (DOID) melalui anak usahanya, Bukit Makmur Mandiri Utama, memperpanjang kontrak jasa pertambangan dengan Adaro Indonesia hingga 31 Desember 2030. Kontrak yang berlaku mulai 1 April tersebut mencakup operasional Tambang Tutupan Selatan di Kalimantan Selatan.
Dalam periode hingga akhir 2030, BUMA ditargetkan melakukan pengupasan lapisan tanah penutup sebesar 239 juta bcm serta produksi batu bara mencapai 44 juta ton, atau rata-rata 50,5 juta bcm dan 9,3 juta ton per tahun.
Perpanjangan kontrak ini menjadi bagian dari upaya penguatan visibilitas pendapatan jangka panjang sekaligus melanjutkan kemitraan yang telah terjalin lebih dari dua dekade. Secara pergerakan harga, saham DOID masih berada dalam fase konsolidasi di kisaran Rp308–330.
Sementara itu, Bank Mega mengumumkan rencana pembagian saham bonus sebanyak 11,74 miliar lembar yang bersumber dari agio saham senilai Rp5,87 triliun per 31 Desember 2025.
Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam RUPS pada 31 Maret 2026. Rasio pembagian ditetapkan 1:1, sehingga setiap pemegang satu saham lama berhak memperoleh satu saham baru. Dengan aksi ini, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh berpotensi meningkat menjadi 23,48 miliar lembar, sementara sisa agio saham tercatat sekitar Rp477,02 miliar.
Tanggal cum saham bonus di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 9 April, dengan distribusi saham bonus pada 30 April.
Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas
-
IMPC - Buy 2420-2440 | TP 2500-2550 | SL 2270
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
PGAS - Buy 2240-2260 | TP 2300-2400 | SL 2100
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
OASA - Buy 462-464 | TP 480-492 | SL 434
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
ISAT - Buy 2300-2320 | TP 2390-2460 | SL 2180
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
TLKM - Buy 3520-3540 | TP 3600-3690 | SL 3340
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.(ayh/ayh)
Addsource on Google

2 hours ago
1















































