IHSG Pangkas Koreksi, Menguat 0,71% ke Level 7.389

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) balik menguat pada perdagangan hari ini Selasa (10/3/2026) usai anjlok tajam sehari sebelumnya. IHSG tercatat sempat 2,2% dan nyaris menyentuh level 7.500 pada awal perdagangan, namun penguatan terpangkas tersisa 0,71% atau naik 52 poin ke 7.389,51 pada akhir sesi pertama.

Sebanyak 443 saham naik, 227 turun, dan 145 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 10,62 triliun, melibatkan 22,30 miliar saham dalam 1,25 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar terkerek menjadi Rp 13.256 triliun.

Nyaris seluruh sektor perdagangan menguat dengan kenaikan terbesar dicatatkan oleh barang baku dan konsumer primer, sedangkan hanya sektor infrastruktur dan teknologi yang tercatat melemah hari ini.

Sejumlah emiten yang tercatat menjadi penggerak utama kinerja IHSG hari ini termasuk ASII, BRMS, BBCA, MBMA dan DSSA.

Sebelumnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan kemarin, Senin (9/3/2026). IHSG terpantau sempat menyentuh level terendah minus -5,2% ke level 7.156, namun memangkas koreksi menjadi -3,27% atau anjlok 248 poin ke level 7.337,37.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pelemahan pasar modal Tanah Air masih dipengaruhi oleh sentimen geopolitik global akibat gangguan besar pada produksi dan pasokan minyak dari Selat Hormuz.

Hal senada juga dikatakan oleh Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana. Ia mengatakan, koreksi dari IHSG ini sejalan dengan pergerakan bursa global dan regional Asia yang terkoreksi.

"Kami memperkirakan dengan adanya eskalasi konflik di Timur Tengah dan dampak dari penutupan Selat Hormuz masih menjadi sentimen," ungkapnya.

Sementara itu harga minyak turun pada perdagangan Senin (9/3/2026) setelah Presiden Donald Trump mengatakan ia sedang mempertimbangkan untuk mengambil alih kendali Selat Hormuz, jalur sempit paling penting di dunia bagi perdagangan minyak mentah.

Harga minyak mentah AS (WTI) ditutup di posisi US$ 94,77 per barel atau naik 4,3% sementara harga minyak brent di posisi US$ 98,96 atau melonjak 6,8%.

Kendati melonjak, harga penutupan jauh lebih rendah dibandingkan intraday di mana WTI sempat menyentuh US$ 119 per barel.

Trump mengatakan kepada CBS News melalui percakapan telepon bahwa kapal-kapal sudah mulai kembali bergerak melewati Selat Hormuz. Presiden AS tersebut juga menyatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk mengambil alihnya. Ia juga mengindikasikan bahwa perang kemungkinan akan segera berakhir.

Selain itu, Trump juga mempertimbangkan mengurangi sanksi minyak terhadap Rusia untuk membantu menurunkan harga minyak mentah.

Menurut Matt Smith, analis minyak di perusahaan konsultan energi Kpler, saat ini hanya segelintir kapal komersial yang masih bergerak melalui Selat Hormuz.

Sementara itu, patokan global Brent sebelumnya melonjak 6,76% dan ditutup di US$98,96 per barel, setelah sempat mencapai US$119,50 pada sesi perdagangan yang sama. Ini merupakan pertama kalinya harga minyak menembus US$100 per barel sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 2022.

(fsd/fsd)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |