Ini Penyebab IHSG Turun 2,19% Jelang Long Weekend

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia — Tekanan jual Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin dalam. IHSG ditutup turun 157,66 poin atau -2,19% ke level 7.026,78. 

Sebanyak 558 saham turun, 184 naik, dan 216 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 12,76 triliun, melibatkan 23,93 miliar saham dalam 1,77 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun turun mencapai Rp 12.305 triliun.

Mengutip Refinitiv, sektor utilitas anjlok paling dalam, yakni -10,53%. Diikuti bahan baku -5,68% dan teknologi -2,75%. 

Sektor utilitas turun paling dalam seiring dengan saham Barito Renewables Energy (BREN) turun 12,73% ke level 4.800. BREN berkontribusi -25,83 poin terhadap penurunan indeks hari ini. 

Selain itu sejumlah saham emiten Prajogo Pangestu lain juga masuk dalam daftar top laggards, yakni Barito Pacific (BRPT) -10,13 poin dan Chandra Asri pasific (TPIA) -8,48 poin.

Sepanjang hari ini IHSG bergerak pada rentang 7.019,23-7.161,8. Sejak pagi IHSG selalu parkir di zona merah setelah muncul pidato terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang perang Iran sebelum pembukaan perdagangan.

Trump menegaskan bahwa operasi "Epic Fury" di Iran akan terus berlanjut hingga seluruh tujuan strategis tercapai. Serangan pemungkas segera dilancarkan.

Trump menyebutkan bahwa dalam dua hingga tiga minggu mendatang, AS akan melancarkan serangan yang "sangat keras" ke Iran sehingga menimbulkan dampak signifikan.

"Kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu," ujarnya dalam pidato kenegaraan di Gedung Putih, Rabu (1/4/2026) malam waktu setempat.

Dia juga kembali menegaskan bahwa perubahan rezim bukanlah tujuan utama operasi tersebut, walaupun menurutnya banyak pemimpin Iran telah tewas selama konflik berlangsung.

Ia juga memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan dalam waktu dekat, AS siap menyerang infrastruktur penting Iran, termasuk pembangkit listrik, secara bersamaan.

Namun, Trump menambahkan bahwa fasilitas minyak Iran belum menjadi target, meskipun menurutnya itu merupakan sasaran yang paling mudah untuk dihancurkan.

Dalam pernyataannya, Trump juga mengeklaim kemampuan pertahanan udara Iran telah lumpuh. "Mereka tidak punya pertahanan udara. Radar mereka hancur. Kita tak terhentikan," ujarnya.

Trump juga menyoroti dampak serangan terhadap fasilitas nuklir Iran yang sebelumnya dihantam bomber B-2. Ia mengatakan kerusakan yang ditimbulkan sangat besar hingga dibutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum area tersebut dapat didekati kembali. Ia pun menegaskan bahwa AS akan kembali menyerang jika Iran mencoba memulihkan programnya.

"Kami memegang semua 'kartu'," kata Trump.

Seiring dengan hal tersebut, harga minyak kembali mendidih. Harga Brent tercatat di level US$108,89 per barel, naik lebih dari 7,65%. Begitu pula dengan West Texas Intermediate (WTI) yang naik ke US$107,86 per barel, atau melesat 7,71%.

Pun bursa di Asia kembali membara. Indeks Kospi di Korea anjlok 4,47% dan Nikkei di Jepang merosot 2,38%. Begitu pula dengan Hang Seng di Hong Kong yang turun 0,7% dan ASX200 -1,06%.

(mkh/mkh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |