Ilustrasi tentara Iran.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh menegaskan negaranya akan membalas dengan cara yang menghancurkan dan keras terhadap setiap serangan terhadapnya dan tidak akan membiarkan siapa pun mengancamnya.
Nasirzadeh memperingatkan Presiden AS Donald Trump agar tidak mengancam rakyat Iran. "Semua kepentingan AS di mana pun di dunia akan terancam jika Trump melakukan tindakan bodoh dan menyerang kepentingan Iran," kata dia, dikutip dari Aljazeera, Rabu (14/1/2026).
Dia juga memperingatkan negara mana pun yang membantu serangan itu atau memberikan fasilitas kepada penyerang akan menjadi sasaran balasan Iran.
Zadeh menambahkan, "Situasi pertahanan kami baik dibandingkan dengan perang terakhir berkat langkah-langkah yang telah kami ambil."
Sementara itu, Panglima Angkatan Darat Iran Mayor Jenderal Amir Hatami mengatakan, Teheran saat ini lebih kuat daripada sebelum perang 12 hari, tetapi dia menekankan bahwa ancaman Amerika dan Israel terhadap Iran adalah nyata, dan negaranya menanggapinya dengan serius.
Sebelumnya, seorang pejabat AS mengatakan kepada Aljazeera bahwa Presiden Trump akan membahas dengan tim keamanan nasionalnya pada Selasa sore ini berbagai opsi terkait Iran, termasuk opsi militer.
Dalam konteks yang sama, surat kabar "New York Times" mengutip seorang pejabat Amerika Serikat yang mengatakan Pentagon menawarkan kepada Trump pilihan-pilihan untuk menyerang Iran yang lebih luas daripada yang dilaporkan sebelumnya.
Nama-nama pembunuh
Dalam konteks yang sama, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Larijani menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump dengan mengatakan, "Kami mengumumkan nama-nama pembunuh utama rakyat Iran, yaitu pertama Trump dan kedua Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu."
Presiden AS telah menyerukan kepada rakyat Iran untuk terus melakukan protes dan mengendalikan lembaga-lembaga mereka.k 512 pengunjuk rasa, 133 anggota keamanan, dan seorang jaksa penuntut umum.
Sebuah kantor polisi dibakar massa demonstran saat aksi protes di Teheran, Iran, Sabtu (10/1/2026). Aksi protes terjadi di Teheran sebagai tanggapan terhadap memburuknya kondisi ekonomi di negara itu. - (ZUMA Press Wire via Reuters)

2 hours ago
2

















































