Iran Bakal ‘Hukum Israel’ atas Pembantaian Brutal di Lebanon Hari Ini

5 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT – Israel melancarkan pengeboman dengan tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya ke Lebanon tak lama setelah pengumuman gencatan senjata yang seharusnya menghentikan perang di wilayah itu. Pembantaian itu mengakibatkan ratusan kematian dan cidera sejak fajar pada Rabu.

Pejabat senior Iran mengatakan kepada Aljazirah bahwa pembantaian itu akan mendapat balasan. “Kami akan menghukum Israel sebagai tanggapan atas kejahatan yang dilakukannya di Lebanon dan pelanggarannya terhadap ketentuan gencatan senjata,” kata dia.

Pasukan penjajah Israel mengumumkan telah melakukan serangan terbesar di Lebanon sejak dimulainya perang, beberapa jam setelah pengumuman perjanjian gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran. 

Koresponden Aljazirah melaporkan bahwa cakupan serangan Israel telah meluas hingga mencakup wilayah yang luas di selatan negara itu, melewati Gunung Lebanon, mencapai pinggiran selatan, dan wilayah jauh di dalam ibu kota Beirut, juga di Tirus, Hermel dan Lembah Bekaa. 

Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan bahwa puluhan orang syahid dan ratusan lainnya terluka akibat serangan Israel, dan menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya menyelamatkan mereka yang terjebak di bawah reruntuhan. 

Menteri Kesehatan Lebanon mengatakan kepada Aljazirah bahwa rumah sakit dipenuhi dengan para martir dan korban luka akibat serangan Israel, sementara Palang Merah Lebanon melaporkan bahwa 100 ambulans bekerja untuk mengangkut korban luka ke rumah sakit.

Dalam sebuah pernyataan, Kepala Staf Israel Eyal Zamir bersumpah bahwa tentara akan melanjutkan serangannya di Lebanon tanpa gangguan, sementara Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz mengatakan bahwa Israel bertekad untuk memisahkan perang dengan Iran dari pertempuran di Lebanon, mengklaim bahwa ini adalah "untuk mengubah kenyataan di Lebanon dan menghilangkan ancaman yang dihadapi Israel utara."  

Tentara Israel sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka telah melakukan serangan paling kejam di Lebanon sejak dimulainya perang, menargetkan lebih dari 100 lokasi dalam 10 menit. Militer Israel menambahkan bahwa serangan tersebut menargetkan Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon selatan, serta pusat komando Hizbullah dan infrastruktur militer. 

Dinyatakan bahwa mereka menargetkan unit elit, sistem rudal, dan drone milik Hizbullah. Militer mengatakan serangan itu didasarkan pada informasi intelijen yang tepat dan rencana yang telah dibuat selama berminggu-minggu.

Pada Rabu pagi, tentara mengeluarkan peringatan mendesak kepada penduduk di daerah kota Tirus, mendesak mereka untuk segera mengungsi dan menuju ke utara Sungai Zahrani, sebagai persiapan melancarkan serangan udara di daerah tersebut.

Israel melancarkan agresi ke Lebanon sejak bulan lalu dengan dalih melawan Hizbullah, kelompok sekutu Iran. Aksi brutal Israel dilaporkan menimbulkan sekitar 1.500 kematian sejauh ini.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |