IRGC: Rudal Balistik Iran Hantam Kapal Induk USS Lincoln

5 hours ago 2

Kapal induk USS Abraham Lincoln. Kapal pembawa pesawat tempur itu dilaporkan tiba di Timur Tengah pada Akhir Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) mengatakan pada Ahad bahwa mereka telah menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln di Teluk. Balasan ini setelah serangan AS dan Israel menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut.

“Kapal induk AS Abraham Lincoln diserang oleh empat rudal balistik,” kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media lokal. Garda memperingatkan bahwa “darat dan laut akan semakin menjadi kuburan para agresor teroris.”

USS Abraham Lincoln adalah salah satu kapal induk bertenaga nuklir Amerika, yang oleh Angkatan Laut disebut sebagai “kapal perang terbesar di dunia.” Kapal ini merupakan sepuluh kapal induk bertenaga nuklir di AS, yang dikenal sebagai kelas Nimitz.

Kapal induk kelas Nimitz memiliki panjang 333 meter, dapat mengangkut sekitar 100.000 ton peralatan, termasuk 65 pesawat dan beberapa rudal, menurut Angkatan Laut AS.

USS Abraham Lincoln dikirim ke kawasan Teluk menjelang akhir bulan Januari sebagai bagian dari apa yang oleh Presiden Donald Trump disebut sebagai “armada” yang dipindahkan ke wilayah tersebut “untuk berjaga-jaga” ketika ketegangan meningkat akibat tindakan keras Iran terhadap pengunjuk rasa yang marah terhadap perekonomian negara tersebut.

Pernyataan IRGC menambahkan bahwa angkatan bersenjata telah memasuki “fase baru” konflik militer dan operasi di darat dan laut akan ditingkatkan. 

Komando Pusat AS membantah klaim Korps Garda Revolusi Islam Iran bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln terkena rudal balistik. Mereka mengatakan bahwa kapal tersebut tidak terkena serangan dan rudal tersebut “bahkan tidak mendekat.”

CENTCOM menambahkan bahwa kapal induk tersebut “terus meluncurkan pesawat untuk mendukung… membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran.”

Sementara itu, Fox News melaporkan tiga anggota militer AS “tewas dalam aksi” dan lima “terluka parah” dalam operasi melawan Iran, kata Pentagon tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Ini adalah korban pertama dalam bentuk apa pun di kalangan personel AS yang diumumkan sejak Amerika melancarkan pemboman besar-besaran terhadap Iran dan membunuh pemimpin tertingginya pada hari Sabtu.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |