Truk bahan bakar menunggu di dekat perbatasan Rafah, antara Mesir dan Jalur Gaza, di Rafah, Kegubernuran Sinai Utara (ilustrasi). Israel menutup perbatasan Rafah pada Sabtu (28/2/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Israel menutup seluruh penyeberangan menuju Jalur Gaza, termasuk akses bagi pekerja bantuan kemanusiaan dan pasien yang membutuhkan evakuasi medis. Penutupan dilakukan pada Sabtu (28/2), bertepatan dengan operasi militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Badan pemerintah Israel yang menangani urusan sipil Palestina, COGAT, menyatakan seluruh jalur masuk ke Gaza dihentikan sementara. Penutupan itu mencakup penyeberangan Rafah di perbatasan selatan Gaza dengan Mesir.
Sebelumnya, Rafah kembali dibuka pada awal Februari setelah berbulan-bulan tertutup. Pembukaan terbatas tersebut memungkinkan sejumlah kecil warga Palestina menyeberang, termasuk pasien yang membutuhkan perawatan medis mendesak di luar Gaza.
Penutupan terbaru ini berdampak besar pada distribusi bantuan kemanusiaan. Jalur Gaza yang dihuni lebih dari dua juta jiwa masih sangat bergantung pada pasokan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar dari luar wilayah tersebut.
Sejak operasi militer Israel di Gaza, hampir seluruh penduduk wilayah itu telah mengungsi akibat serangan besar-besaran. Kondisi kemanusiaan terus memburuk di tengah keterbatasan akses logistik.
Pada pertengahan Februari, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan masih menghadapi berbagai hambatan dalam menyalurkan bantuan yang menyelamatkan jiwa ke Gaza.
Sementara itu, Human Rights Watch dalam laporan Februari menyebut pembatasan bantuan oleh Israel menyebabkan kekurangan obat-obatan, peralatan rekonstruksi, makanan, dan air bersih di wilayah tersebut.
Di sisi lain, COGAT mengeklaim bahwa sejak awal gencatan senjata, jumlah makanan yang dikirim ke Gaza dinilai mencukupi hingga empat kali lipat kebutuhan penduduk. Namun, pernyataan tersebut tanpa bukti jelas. Menurut COGAT, persediaan yang ada diperkirakan cukup untuk jangka waktu yang lama.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan penyeberangan akan kembali dibuka, sementara kebutuhan kemanusiaan di Gaza terus mendesak.
sumber : Reuters

2 hours ago
1















































