Jaga Ketahanan Pangan, 1.700 Hektare Lahan di Bandung Barat Bakal Ditanami Jagung

8 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Polisi ikut menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Lebih dari 1.700 hektare lahan di wilayah hukum Polres Cimahi itu, rencananya ditanami jagung yang sudah membuahkan hasil.

Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurallah Adi Putra mengatakan, dari total lahan yang ditargetkan itu, diharapkan hasil panen jagung yang bisa terserap Badan Urusan Logistik (Bulog) mencapai 2.500 ton. Dengan kolaborasi, dirinya meyakini target itu bisa tercapai.

"Target Polres Cimahi dalam penanaman jagung dengan luas 1.700 hektare serta target serapan Bulog 2.500 ton. Dengan syarat sesuai aturan Bulog yaitu kadar air di bawah 14 persen dan antitoksin di bawah 50 ppb," kata Niko saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).

Dari target tersebut, hingga saat ini lahan yang sudah ditanami jagung di Kabupaten Bandung Barat sudah mencapai 334,50 hektare dengan capaian panennya 377,5 ton.

"Sampai saat ini Polres Cimahi luas lahan yang sudah ditanami jagung seluas 334,50 hektare, dan lahan yang berhasil panen 377,5 ton dan yang terserap Bulog sebanyak 165 ton" ungkap Niko.

Hasil panen yang memuaskan itu menunjukkan aktivitas pertanian yang terus berjalan dan menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas sektor pangan. Komunikasi dengan petani diperlukan untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus mendengar berbagai kendala yang dihadapi selama proses budi daya.

Niko mengatakan, produktivitas pertanian perlu dijaga secara berkelanjutan. Polisi juga menyalurkan bantuan kepada kelompok tani di wilayah tersebut berupa traktor bajak, pupuk NPK, juga bibit jagung unggul hibrida.

Bantuan itu demi meningkatkan kualitas panen serta efisiensi penggarapan lahan oleh petani.

"Tentunya kami juga memberikan bantuan, sebagai langkah dukungan agar meningkatkan produksi panen jagung. Semua bantuan yang kita berikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin," kata Niko.

Ita Sumitra (60), petani jagung yang terlibat, senang bisa produktif lagi. Sudah empat bulan, Ita dan puluhan petani lain di Desa Kanangasari, Kecamatan Cikalongwetan ikut. Ia mengelola jagung di lahan perbukitan yang sebelumnya ditanami tanaman keras.

"Sudah empat bulanan, sebelumnya ya serabutan. Jadi sebelum ikut bertani, ada pelatihan dulu. Untuk menanam jagung saya pribadi baru sekarang," kata Ita.

Ia mengaku tak begitu kesulitan dalam menanam hingga merawat tanaman jagung di lokasi tersebut. Tantangannya, kontur tanah yang berbukit-bukit. "Kalau kesulitan, ya itu lokasinya kan nggak rata di sini. Banyak bukitnya, jadi lumayan capek. Mudah-mudahan bisa manjang dan bikin kami sejahtera," kata Ita.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |