Jaga Pasokan Energi, Pertamina Perkuat Monitoring lewat Digital Hub

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) atau Pertamina menjaga pasokan energi nasional pada momen Ramadan dan Idulfitri 2026 lewat berbagai langkah penguatan (build-up) pasokan energi, seperti BBM dan LPG, yang dimonitor secara ketat melalui Pertamina Digital Hub, yakni sistem pengawasan dan pengendalian pasokan energi Pertamina yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Pertamina Digital Hub juga menjadi salah satu strategi untuk menjaga level cadangan energi, agar konsisten tersedia setiap waktu.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menjelaskan, pemanfaatan teknologi tinggi menjadi salah satu cara Pertamina dalam mengawasi pengelolaan energi secara real time. Pertamina Digital Hub pun sudah terkoneksi dengan seluruh bisnis Pertamina, sehingga semua aktivitas maupun proses bisnis dapat jelas terpantau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada fasilitas ini, Pertamina mampu memetakan kondisi pasokan dan cadangan energi di setiap rantai pasok secara kontinyu, mulai dari sektor hulu, pengolahan, pengapalan dan pengangkutan, hingga distribusi ke SPBU-SPBU Pertamina. Kami memiliki akses terhadap data dan kamera pengawasan, bahkan pergerakannya setiap detik," kata Baron.

Pada sektor hulu, operasional dipastikan berjalan sesuai standar, sehingga target operasional dari masing-masing entitas tetap terjaga.

Pada sektor hilir, Pertamina mampu memonitor pergerakan kapal yang membawa produk ataupun minyak mentah, atau proyeksi ketibaan pengadaan produk atau minyak mentah tersebut, untuk kemudian diolah di enam kilang Pertamina. Optimalisasi operasional kilang dalam negeri ini terus dilakukan guna mendukung ketahanan energi nasional.

Penggunaan teknologi tinggi juga diakui mempermudah Pertamina memonitor ketersediaan produk di outlet penjualan, seperti BBM di SPBU. Kini, Pertamina dapat memantau awak mobil tangki dalam proses distribusi ke SPBU, serta mengecek jumlah stok di masing-masing SPBU.

"Melalui satu dashboard terpadu, Pertamina dapat mengidentifikasi pergerakan konsumsi BBM dan LPG di setiap wilayah, sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan lebih dini apabila terjadi peningkatan permintaan, kondisi cuaca ekstrem, maupun dinamika global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi," ujar Baron.

Ia menambahkan, transformasi digital Pertamina merupakan kunci menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Sesuai aturan pemerintah, Pertamina telah mengamankan cadangan energi nasional di atas level minimum, yakni berkisar 21-23 hari. Bahkan, pada produk tertentu, cadangannya mencapai 35 hari.

"Acuan cadangan pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan. Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus mengalami pergerakan, sehingga Pertamina terus menjaga cadangan di atas level minimum. Ini menjadi langkah mitigasi risiko dan bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi," pungkas Baron.

(rea/rir)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |