Festival Hungry Playground di Summarecon Mall Bekasi.(Dok. Summarecon Mall Bekasi)
DI tengah maraknya jajanan viral dan inovasi rasa yang terus bermunculan, sejumlah pelaku usaha kuliner tradisional menghadapi dilema, beradaptasi dengan tren atau mempertahankan resep lama. Klepon Gianyar sejak 1980 memilih opsi kedua, meski beberapa kali sempat mencoba menyesuaikan diri dengan selera pasar.
Menurut pemilik Klepon Gianyar sejak 1980, Dayu Putu Laksmi Dewi, upaya bereksperimen dengan rasa seperti stroberi hingga cokelat pernah dilakukan, namun tidak berlanjut. Namun, perubahan tersebut justru menggeser karakter dasar klepon yang selama ini dikenal.
Klepon asal Bali tersebut menjadi salah satu dari 110 tenant kuliner yang hadir dalam Hungry Playground di Summarecon Mall Bekasi, yang berlangsung pada 14 Agustus-20 September 2026.
Bagi pengelola Klepon Gianyar 1980 yang kini merupakan generasi kedua, usaha ini berawal dari dapur rumahan yang dirintis mertuanya pada 1980. Selain klepon, keluarga tersebut juga memproduksi berbagai kue tradisional untuk kebutuhan upacara di Bali.
“Awalnya untuk membantu perekonomian keluarga. Generasi pertama mertua, saya generasi kedua,” ujarnya saat ditemui di lokasi acara, Sabtu (15/8).
Dayu menyebut, perjalanan usaha itu berkembang setelah klepon buatan keluarga mereka mengikuti lomba di Pesta Kesenian Bali dan beberapa kali meraih juara. Dari sana, produk ini mulai dikenal lebih luas, hingga pernah disajikan dalam jamuan di Istana Negara.
Popularitas tersebut kemudian berlanjut seiring meningkatnya perhatian dari berbagai pihak, termasuk pelaku media dan tokoh kuliner. Namun di tengah sorotan itu, perubahan resep tidak menjadi pilihan utama.
Ia mengaku pernah mencoba menyesuaikan rasa dengan selera pasar, termasuk membuat varian stroberi.
“Sudah pernah. Strawberry, kita buat juga. Jadi mochi. Saya testing sama keluarga, mereka bilang, ‘Bukan, bukan klepon ini.’ Makanya tetap,” katanya.
Percobaan dengan rasa keju maupun cokelat juga tidak dilanjutkan karena dianggap mengaburkan karakter utama klepon.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan sekadar mengikuti tren, melainkan menjaga identitas rasa yang sudah terbentuk sejak lama.
“Yang pertama, saya harus tetap mempertahankan keautentikannya,” ujarnya.
Gula Cair sebagai Pembeda
Salah satu ciri yang terus dipertahankan adalah penggunaan gula cair sebagai isian klepon. Berbeda dengan sebagian klepon di Jawa yang menggunakan gula merah potong, Klepon Gianyar 1980 mencairkan gula terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam adonan.
“Kalau di Jawa pada umumnya gulanya diiris. Kalau di Bali itu gulanya cair,” katanya.
Gula cair tersebut memberikan sensasi khas saat klepon digigit karena langsung meleleh di dalam mulut.
Untuk menjaga konsistensi rasa, mereka hanya menggunakan satu pemasok gula dari Bali. Bahkan ketika mengikuti festival di luar daerah, bahan tersebut tetap dibawa langsung dari Bali.
Perubahan Konsep
Kehadiran pelaku usaha seperti Klepon Gianyar 1980 di Bekasi merupakan bagian dari Hungry Playground, sebuah festival kuliner dan hiburan yang digelar di Summarecon Mall Bekasi.
Event ini merupakan transformasi dari Pasar Senggol yang telah berlangsung lebih dari satu dekade, dengan konsep yang kini menggabungkan kuliner, hiburan, dan pengalaman gaya hidup.
Center Director Summarecon Mall Bekasi, Ugi Cahyono, mengatakan perubahan nama tersebut dilakukan untuk menyesuaikan tren pengunjung yang kini lebih mencari pengalaman.
“Melihat pergeseran tren dan gaya hidup yang semakin mengutamakan pengalaman (experience driven), tahun ini kami mengubah nama menjadi Hungry Playground,” ujarnya.
Menurutnya, sebanyak 110 tenant kuliner yang hadir telah melalui proses kurasi, termasuk pelaku usaha yang didatangkan langsung dari daerah asalnya.
Hungry Playground menempati area seluas 18.200 meter persegi dan menghadirkan berbagai konsep, mulai dari kuliner legendaris, jajanan viral, hingga merek F&B yang sedang berkembang.
Selain kuliner, acara ini juga menghadirkan wahana permainan, pertunjukan musik, serta berbagai aktivitas komunitas yang berlangsung selama periode penyelenggaraan.
Sejumlah musisi dijadwalkan tampil di panggung utama, di antaranya Mahalini, Maliq & D’Essentials, Juicy Luicy, hingga Dewa 19 Experience. (Z-10)
















































