TNI Kerahkan 1.267 Personel ke Wilayah Terdampak Gempa NTT

5 hours ago 5
TNI Kerahkan 1.267 Personel ke Wilayah Terdampak Gempa NTT Pegawai hotel mengamankan barang-barang milik wisatawan dari gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.(ANTARA FOTO/Gecio Viana)

Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus mengerahkan personel hingga total 1.267 untuk membantu penanganan dampak gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Bidang Penerangan Umum pada Pusat Penerangan TNI Kolonel Laut (Pelaut/P) Agung Saptoadi menyebut personel TNI bersama Badan SAR Nasional (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), instansi terkait, dan masyarakat terus melaksanakan pencarian serta penanganan korban bencana, membantu perawatan korban, serta mendukung penanganan dampak kerusakan di wilayah terdampak.

"TNI juga mendukung pengoperasian posko dan dapur lapangan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak," kata Kolonel Agung dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Hingga Sabtu siang, ia mengatakan sebanyak para personel TNI yang telah dikerahkan di sejumlah wilayah terdampak terdiri atas 263 personel di Kabupaten Sikka, 105 personel di Kabupaten Ngada, 400 personel di Kabupaten Nagekeo, 120 personel di Kabupaten Ende, 295 personel di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, serta 84 personel di Kabupaten Manggarai Barat.

Dalam mendukung penanganan bencana, TNI hingga kini telah mengerahkan berbagai sarana pendukung, di antaranya 89 unit kendaraan, mendirikan 21 tenda lapangan, dan menyiapkan 120 velbed.

Selain itu, TNI AL telah menyiapkan satu unit Helikopter Bell 412 dari Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda untuk mendukung penanggulangan bencana di wilayah Flores, termasuk membantu mobilitas personel dan distribusi dukungan ke wilayah terdampak.

Dia menjelaskan pengerahan personel dan alat utama sistem senjata (alutsista) tersebut merupakan bentuk respons cepat TNI dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

"TNI bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan penanganan secara terpadu untuk mendukung proses pencarian, evakuasi, perawatan korban, serta pemulihan kondisi masyarakat dan wilayah terdampak," tuturnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data sementara hingga Sabtu, pukul 18.48 WIB tentang jumlah total korban meninggal dunia akibat gempa M7,7 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 47 orang.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, mengatakan sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur (17), Sikka (3), Ngada (1), dan Ende (1).

"Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka," katanya.

Terkait dengan jumlah bangunan rusak, ia menyebut total rumah rusak berat 157 unit, rusak sedang 41 unit, dan rusak ringan 148 unit.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah lima unit, kantor enam unit, dan sejumlah fasilitas umum lain. (Ant/Z-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |