Jeff Bezos Beli Saham Liverpool, Persaingan Pemilik AS di Liga Primer makin Sengit

2 days ago 10
Jeff Bezos Beli Saham Liverpool, Persaingan Pemilik AS di Liga Primer makin Sengit Ilustrasi(Dok Instagram )

LIVERPOOLmenjual saham minoritas kepada konsorsium yang melibatkan pendiri Amazon Jeff Bezos. Kesepakatan tersebut menjadi langkah terbaru dalam persaingan pemilik asal Amerika Serikat untuk menguasai Liga Primer Inggris. Empat bulan setelah Arsenal menjuarai Liga Primer di bawah kepemilikan miliarder AS Stan Kroenke, Liverpool memilih mendapatkan investasi eksternal untuk kembali merebut gelar.

Dana dari penjualan sekitar sepertiga saham klub kepada Bezos dan konsorsium akan digunakan untuk memperkuat upaya Liverpool mengejar gelar Inggris ke-21. Persaingan juga melibatkan Manchester United yang mayoritas sahamnya dimiliki keluarga Glazer dari AS serta Chelsea yang kelompok pemiliknya dipimpin pengusaha AS Todd Boehly. Aston Villa juga menjadi salah satu dari enam klub Liga Primer lainnya yang memiliki pemilik atau investor asal AS.

Fenomena tersebut turut meningkatkan valuasi klub-klub papan atas Inggris. Fenway Sports Group yang berbasis di Boston membeli Liverpool seharga 300 juta pound sterling pada 2010. Kini, setelah kesepakatan dengan konsorsium Bezos, nilai Liverpool dilaporkan berada di kisaran 5-6 miliar pound sterling.

Bezos, yang berusia 62 tahun, merupakan orang terkaya keempat di dunia dengan kekayaan sekitar US$256 miliar. Salah satu pendiri Facebook, Eduardo Saverin, yang memiliki kekayaan sekitar US$32 miliar juga tergabung dalam konsorsium tersebut. Konsorsium itu dipimpin Amit Bhatia, menantu miliarder India Lakshmi Mittal. Keterlibatan Bezos memunculkan spekulasi mengenai rencana jangka panjang pemilik Liverpool, meski ia dilaporkan hanya akan berstatus sebagai mitra pasif.

John W. Henry dan FSG sebelumnya menyatakan akan mempertahankan "kepemilikan mayoritas dan kendali operasional Liverpool". Namun, besarnya keuntungan dari peningkatan nilai klub membuka kemungkinan munculnya pertanyaan mengenai masa depan kepemilikan tersebut.

Liverpool tetap menjadi salah satu merek olahraga paling ikonik di dunia. Deloitte mencatat The Reds sebagai klub Liga Primer dengan pendapatan terbesar untuk pertama kalinya tahun ini, setelah membukukan pendapatan rekor 703 juta pound sterling pada tahun keuangan 2024-2025. Meski demikian, masuknya Bezos dan investor lainnya mendapat sambutan hati-hati dari suporter Liverpool.

Kelompok pendukung Spirit of Shankly meminta kejelasan dari klub dan mengingatkan perubahan sebelumnya dalam pengelolaan klub telah menghasilkan "keputusan dan perilaku yang tidak ingin dilihat banyak orang di Liverpool". Pengajar senior bidang keuangan olahraga di Loughborough University, Dan Plumley, menilai FSG belum memiliki rencana dalam waktu dekat untuk melepas kendali penuh atas Liverpool.

"Jika Liverpool tetap kompetitif di Liga Primer dan Eropa, pendapatan dan valuasi mereka berpotensi terus tumbuh. Itu mungkin alasan FSG belum ingin menjual seluruh sahamnya," kata Plumley.

Namun, ia memahami kekhawatiran suporter mengenai tujuan para investor baru.

"Pertanyaan dari suporter adalah, 'apa yang diinginkan para investor ini dari klub saya?' Biasanya ada keuntungan investasi bagi mereka, terutama dengan cara investor AS beroperasi," ujarnya.

Plumley menambahkan, investasi di klub sepak bola Inggris juga dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin masuk ke pasar olahraga dengan biaya lebih rendah serta memiliki peluang pertumbuhan dan jangkauan internasional yang besar. (E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |