Jelang MotoGP Mandalika, Gubernur Iqbal Dorong Penambahan Penerbangan ke Lombok

1 hour ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal ingin memastikan tingginya minat menonton MotoGP Mandalika 2026 tidak kembali terbentur persoalan yang terus berulang, yakni tiket pesawat yang terbatas dan mahal. Jauh sebelum balapan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026, Iqbal mulai mengumpulkan maskapai untuk menambah kapasitas penerbangan menuju Lombok.

Langkah itu bukan tanpa alasan. Lebih dari sebulan sebelum MotoGP Mandalika digelar, tingkat keterisian sejumlah penerbangan menuju Lombok sudah mendekati 90 persen. Ketersediaan kursi pada sejumlah jadwal penerbangan juga semakin terbatas.

Bagi Iqbal, kondisi tersebut harus diantisipasi sejak sekarang. Jangan sampai besarnya minat masyarakat datang ke Mandalika tidak berujung menjadi kunjungan karena akses menuju Lombok justru menjadi hambatan.

“Banyak calon wisatawan sebenarnya sudah memiliki keinginan untuk datang, bahkan sudah membeli tiket acara. Namun ketika mencari tiket pesawat, ternyata kursinya sudah terbatas atau harganya terlalu tinggi. Akhirnya mereka membatalkan perjalanan,” ujar Iqbal dalam rapat koordinasi bersama maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan melalui konferensi daring dari Mataram, Selasa (8/9/2026).

Karena itu, Iqbal tidak ingin penambahan penerbangan baru dilakukan ketika MotoGP sudah semakin dekat. Maskapai didorong mulai menambah kapasitas lebih awal sehingga ketersediaan kursi dapat mengikuti pertumbuhan permintaan. Masyarakat yang sedang merencanakan perjalanan pun bisa mendapatkan kepastian.

“Kalau tambahan penerbangan diumumkan lebih awal, masyarakat bisa merencanakan perjalanan dan kita juga bisa melakukan promosi lebih maksimal di daerah-daerah potensial," katanya.

Iqbal menawarkan beberapa skema untuk menambah kapasitas penerbangan. Pertama, penambahan jadwal yang diumumkan sejak awal agar masyarakat memiliki kepastian. Kedua, extra flight yang tetap disiapkan secara fleksibel untuk merespons lonjakan permintaan mendekati pelaksanaan MotoGP. Ketiga, opsi penggunaan pesawat berkapasitas lebih besar dan mengaktifkan kembali slot penerbangan yang sebelumnya tidak beroperasi.

Selain itu, pintu masuk menuju Lombok juga bisa ditambah agar arus penonton MotoGP tidak terlalu bergantung pada satu atau dua kota. Karena itu, rute Jakarta–Lombok dan Surabaya–Lombok menjadi perhatian, bersamaan dengan penguatan konektivitas Yogyakarta–Lombok serta kemungkinan pengaktifan kembali rute Malang–Lombok. Tujuannya, calon wisatawan memiliki lebih banyak alternatif perjalanan.

"Yang paling penting bagi kita adalah tambahan kapasitas kursi. Apakah melalui extra flight atau penggunaan pesawat dengan kapasitas lebih besar, semuanya perlu dipertimbangkan," katanya.

Penerbangan malam juga menjadi salah satu opsi yang dibahas. Sebab, setelah balapan selesai, penonton diperkirakan masih berada di kawasan Mandalika hingga sore hari dan membutuhkan waktu untuk keluar dari kawasan sirkuit menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.

Sejumlah maskapai mulai merespons kebutuhan tersebut. Garuda Indonesia, misalnya, telah menyiapkan penerbangan tambahan pada 8–11 Oktober serta penyesuaian kapasitas pada 12 Oktober. Koordinasi dengan maskapai akan terus dilakukan menjelang MotoGP untuk melihat perkembangan pemesanan tiket dan kebutuhan tambahan kapasitas.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |