Karantina Sulsel Sosialisasi Alur Sertifikasi Demi Perkuat Biosekuriti dan Kelancaran Logistik

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulsel) menggelar sosialisasi alur layanan sertifikasi karantina di Pelabuhan Laut Soekarno Hatta Makassar, Kamis. Langkah ini diambil untuk memperlancar arus barang sekaligus memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas komoditas yang berpotensi membawa hama dan penyakit.

Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, menekankan bahwa Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar merupakan simpul logistik strategis di kawasan Indonesia Timur. Oleh karena itu, diperlukan dukungan bersama, partisipasi masyarakat, serta koordinasi yang kuat antar pemangku kepentingan agar pelayanan berjalan optimal tanpa mengabaikan upaya pelindungan sumber daya hayati.

Ia menegaskan, tantangan di sektor logistik dan perdagangan saat ini semakin kompleks seiring meningkatnya mobilitas manusia dan komoditas antar-wilayah maupun antar-negara. "Dengan kelancaran pelayanan logistik serta terjaganya biosekuriti dapat turut meningkatkan daya saing perdagangan dan investasi khususnya di Sulawesi Selatan," ujarnya.

Kinerja Sertifikasi dan Nilai Ekspor

Berdasarkan data BEST TRUST Barantin dari Januari hingga Mei, Karantina Sulsel telah melakukan sertifikasi karantina sebanyak 72.044 kali. Rinciannya terdiri dari 6.060 sertifikat ekspor, 326 sertifikat impor, 32.899 sertifikat domestik keluar, dan 32.759 sertifikat domestik masuk. Nilai ekspor hingga triwulan pertama tercatat mencapai lebih dari Rp2,1 triliun, berdasarkan nilai deklarasi yang disampaikan eksportir.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilaksanakan penandatanganan berita acara Penyusunan Standar Pelayanan Karantina Sulawesi Selatan untuk Layanan Sertifikasi Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan bersama pelaku usaha dan pihak terkait. Selain itu, dilakukan sosialisasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Sitti Chadidjah mengajak seluruh pelaku usaha dan pemangku kepentingan di lingkungan Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, data yang akurat dapat membantu pemerintah dalam menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran, termasuk dalam pengembangan sektor logistik, perdagangan, investasi, dan pelayanan publik.

Melalui kegiatan ini, ia berharap terbangun komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan, memperkuat pengawasan lalu lintas komoditas, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan. "Kolaborasi yang kuat dengan pelaku usaha serta antar-pemangku kepentingan diyakini akan menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem logistik yang modern, aman, efisien, dan berdaya saing," kata dia.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |