Kemenkes Minta Pemda Perkuat Tenaga Kesehatan untuk Cegah Tuberkulosis

6 days ago 8
Kemenkes Minta Pemda Perkuat Tenaga Kesehatan untuk Cegah Tuberkulosis Pemeriksaan Tuberkulosis pada warga.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) meminta pemerintah daerah (pemda) untuk memperkuat peran tenaga kesehatan (nakes) hingga tingkat kelurahan dan perdesaan. Langkah ini krusial dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular tuberkulosis (Tb) di Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menekankan pentingnya optimalisasi nakes dalam memberikan edukasi pencegahan kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau Pelaksanaan Skrining Tb Terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/7).

"Tolong optimalkan tenaga kesehatan dalam edukasi pencegahan penyakit menular tuberkulosis," ujar Benjamin.

Menurut Benjamin, penurunan angka kasus tuberkulosis memerlukan kontribusi seluruh elemen masyarakat, terutama tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan di tingkat paling bawah. Saat ini, Indonesia menempati posisi kedua dengan kasus tuberkulosis tertinggi di dunia, menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus global.

"Kalau 100.000 per orang kasus kita lebih tinggi dari India. Kita nomor satu di dunia kalau hitungannya per 100.000 orang," ungkapnya.

Oleh karena itu, Wamenkes mengajak seluruh kepala daerah untuk bersinergi menurunkan prevalensi Tb melalui kajian mendalam dan penguatan nakes. Ia menginstruksikan para nakes untuk lebih gencar melakukan edukasi, deteksi dini, serta memperluas upaya pemutusan rantai penularan.

Sebagai bagian dari strategi nasional, Kemenkes akan memperluas pelacakan kontak erat dengan memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), penggunaan rontgen portabel, serta tes cepat.

Terkait pemetaan wilayah, Benjamin menyebutkan bahwa Sumatra Utara memiliki 3.000 lokasi fokus penelusuran Tb. Khusus untuk Kota Medan, tercatat ada 661 lokasi pada tahun ini.

"Secara nasional mencapai 53.335 lokasi mulai Juli hingga akhir November 2026 dengan target cakupan mencapai 90 persen," pungkasnya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |