REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) bersama PT PLN (Persero) mempercepat implementasi Program Listrik Masuk Sawah (LMS) sebagai bagian upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat pencapaian target swasembada pangan nasional.
Program ini mendorong pemanfaatan energi listrik untuk mendukung sistem irigasi perpompaan yang lebih efisien, hemat biaya, dan berkelanjutan.
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Irham Waroihan, mengatakan kolaborasi Kementan dan PLN merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjawab tantangan keterbatasan air dan tingginya biaya operasional pertanian.
Program Listrik Masuk Sawah tidak hanya menyediakan akses energi bagi petani, juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan luas tanam, indeks pertanaman, dan produktivitas padi.
‘’Dengan beralih dari pompa berbahan bakar minyak ke pompa listrik, biaya produksi petani dapat ditekan sehingga usaha tani menjadi lebih efisien dan menguntungkan,” ujar Irham di Kantor Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Rabu (17/6/2026).
Dalam rapat koordinasi yang melibatkan jajaran PLN dan unit teknis Kementerian Pertanian, dibahas percepatan implementasi program di 10 provinsi prioritas yang menyumbang sekitar 80,1 persen luas tanam nasional.
Program ini juga terintegrasi dengan berbagai dukungan pemerintah, seperti bantuan benih unggul, pupuk, dan sarana produksi lainnya guna mendorong peningkatan produksi pangan.
PLN menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program tersebut. Sejak 2024, PLN telah menindaklanjuti 4.328 titik usulan elektrifikasi pertanian. Hingga saat ini, sebanyak 1.773 lokasi pertanian telah memperoleh akses listrik untuk mendukung kegiatan budi daya dan sistem irigasi perpompaan.
Di sisi lain, Kementan terus memperkuat infrastruktur pengairan pertanian. Pada 2024 telah dibangun 100 unit sistem irigasi perpompaan dan meningkat menjadi 775 unit pada 2025 yang seluruhnya telah beroperasi.
Untuk 2026, pemerintah menargetkan penambahan sekitar 17.400 unit sarana perpompaan di berbagai daerah. Irham menegaskan keberhasilan Program Listrik Masuk Sawah membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, hingga kelompok tani.
“Kami berharap sinergi yang semakin kuat antara Kementerian Pertanian dan PLN dapat mempercepat perluasan layanan listrik di kawasan pertanian,’’ katanya.
Dengan dukungan energi yang andal dan terjangkau, petani dapat meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas, sehingga target peningkatan produksi pangan nasional dapat tercapai secara berkelanjutan.

2 hours ago
5

















































