Kenapa Tiba-Tiba Dubes Iran Temui Jokowi di Solo?

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, tiba-tiba mengunjungi Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026). Sejumlah foto diberikan kedutaan mempublikasikan apa yang dilakukan Dubes di sana. 


Salah satunya adalah melakukan pertemuan dan dialog dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Dalam pernyataannya, kedutaan menyebutkan pertemuan tersebut dilakukan kedua pihak untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan kawasan, situasi terkini yang timbul akibat perang Iran, serta dampak kemanusiaan dan ekonomi yang ditimbulkannya.

"Bapak Joko Widodo menyampaikan rasa simpati kepada rakyat Iran, serta menyatakan dukungan dirinya dan rakyat Indonesia terhadap keteguhan dan perlawanan pemerintah dan rakyat Iran dalam mempertahankan kedaulatan nasional, keutuhan wilayah, dan keamanan negara mereka. Beliau juga menyampaikan harapan akan kesehatan, kemenangan, dan kesejahteraan bagi rakyat Iran, serta berharap agar perdamaian, stabilitas, dan ketenangan segera kembali ke kawasan," tulis Iran di akun media sosialnya @iraninindonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Boroujerdi juga menyampaikan laporan komprehensif mengenai kondisi lapangan terkini, termasuk penjelasan mengenai berbagai serangan terhadap kawasan sipil, infrastruktur vital, dan fasilitas ekonomi di Iran, serta menyampaikan keprihatinan atas dampak kemanusiaan dan keamanan dari tindakan tersebut. Beliau juga menegaskan hak sah rakyat Iran untuk membela diri sesuai dengan hukum internasional.

"Kedua pihak menegaskan kembali hubungan yang telah lama terjalin dan bersahabat antara Republik Islam Iran dan Republik Indonesia, serta pentingnya melanjutkan dialog, memperkuat kerja sama bilateral, dan memperluas hubungan antar masyarakat kedua negara," tambah keterangan kedutaan.

Sebenarnya tak hanya bertemu Jokowi, Boroujerdi juga melakukan pertemuan dengan Walikota Surakarta, Achmad Ardianto. Kedutaan menyebut Achmad mengecam penyerangan warga sipil serta segala bentuk agresi yang terjadi, dengan merujuk pada UUD Republik Indonesia.

"Menegaskan bahwa konstitusi Indonesia menolak segala bentuk agresi dan pendudukan asing, serta memiliki sikap yang independen dan jelas dalam hal tersebut," tambahnya.

Kedua belah pihak menekankan pentingnya memperluas kerja sama, khususnya dalam memperkuat hubungan antar masyarakat (people-to-people), pengembangan kerja sama perdagangan dan ekonomi terutama di sektor pariwisata, serta menjajaki kemungkinan pembentukan hubungan kota kembar (Sister City) antara Surakarta dan salah satu kota di Iran. Disepakati bahwa hal ini akan menjadi agenda tindak lanjut ke depan.

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |