Mantan Gubernur NTT periode 1978-1988 Mendiang Benediktus Mboi.( FOTO MEDIA/PALCE AMALO)
DALAM perjalanan karier politik dan militernya, Presiden Prabowo Subianto kerap menyebut beberapa tokoh senior sebagai guru dan mentor. Salah satu nama yang muncul ialah mendiang Ben Mboi, mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 1978-1988. Prabowo mengungkapkan bahwa prinsip-prinsip dasar yang ia pegang dalam menjalankan roda pemerintahan saat ini berakar dari nasihat sederhana namun fundamental dari tokoh asal Flores tersebut.
Saat berbicara dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (8/8), Presiden Prabowo Subianto membagikan dua "rumus" penting dalam bernegara yang ia peroleh langsung dari Ben Mboi. Menurut Prabowo, menjadi pemimpin sebenarnya tidaklah rumit jika memegang teguh dua prinsip utama.
"Menjadi pemimpin sebetulnya tidak rumit. Ingat dua hal beliau sampaikan ke saya. Love your people, cintai rakyatmu. Gunakan akal sehat. Jadi kebijakan itu akal sehat," ujar Prabowo mengenang pesan sang mentor.
Prabowo menekankan bahwa setiap kebijakan strategis bangsa yang dirumuskan pemerintah saat ini, mulai dari hilirisasi hingga swasembada pangan, harus selalu berpijak pada dua hal tersebut. Ia meyakini bahwa jika keputusan didasari oleh rasa cinta kepada rakyat dan logika akal sehat, maka hasilnya akan cepat terlihat dan tidak akan meleset dari sasaran pembangunan.
Presiden menjelaskan bahwa penerapan gagasan Ben Mboi bukan sekadar retorika, melainkan pijakan konkret. Salah satu contoh nyata yang ia kemukakan adalah fokus pemerintah pada swasembada pangan. Bagi Prabowo, pemahaman mengenai swasembada pangan adalah hal mendasar yang sangat logis (akal sehat) demi menjaga stabilitas serta keamanan nasional.
Tanpa ketahanan pangan yang mandiri, sebuah negara akan sulit menjaga kedaulatannya. Oleh karena itu, kebijakan yang diambil diarahkan untuk memastikan rakyat tidak hanya menjadi penonton dalam pertumbuhan ekonomi, tetapi juga merasakan dampak langsung dari ketersediaan kebutuhan pokok yang terjamin.
Selain Ben Mboi, Prabowo juga mengenang sosok mentor lain yang memberikan pengaruh besar pada filosofi kepemimpinannya, yakni mantan Gubernur Jawa Timur, Muhammad Nur. Jika Ben Mboi menekankan pada akal sehat, Muhammad Nur memberikan perspektif mengenai esensi kebahagiaan rakyat. (Ant/H-4)















































