Komandan IRGC: Timur Tengah akan Jadi 'Neraka' Jika AS Terus Ganggu Selat Hormuz

12 hours ago 6

Warga Iran berkendara melewati papan reklame besar yang bertuliskan kalimat dalam bahasa Persia yakni Selat Hormuz tetap ditutup di Alun-alun Enghelab di Teheran, Iran, pada 22 April 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Iran pada Kamis (11/6/2026) dini hari waktu setempat memperingatkan bahwa kawasan Timur Tengah akan menjadi “neraka” bagi Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan terkait Selat Hormuz. Dalam pernyataan yang dikutip oleh Mehr News Agency, Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Seyed Majid Mousavi, memperingatkan pihak-pihak yang berupaya mengancam “Selat Hormuz yang suci.”

“Jika Anda membuat Selat Hormuz tidak aman, kami akan mengubah kawasan ini menjadi neraka bagi Anda dari seluruh wilayah Iran,” katanya.

Mousavi menyebut peringatan tersebut sebagai respons terhadap apa yang ia gambarkan sebagai kenekatan Amerika di kawasan. Sebelumnya, IRGC menyampaikan telah menyerang 18 target militer utama Amerika Serikat di pangkalan Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait, bersama dengan pangkalan Sheikh Isa di Bahrain.

Perkembangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan secara cepat setelah serangan Amerika Serikat terhadap wilayah selatan Iran dan pengumuman Teheran yang menutup Selat Hormuz bagi seluruh kapal yang melintas.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan 18 titik aset militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain menjadi sasaran serangan di tengah ketegangan kawasan yang kembali mengalami eskalasi. IRGC menyatakan target-targetnya tersebut antara lain pangkalan udara Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait serta pangkalan udara Sheikh Isa di Bahrain.

Terpisah, militer Iran menyatakan telah menyerang sistem Patriot dan fasilitas komunikasi miliki Armada Kelima AS di Bahrain. Militer Iran juga mengkonfirmasi sejumlah drone telah diluncurkan ke arah Armada Kelima AS sebagai balasan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan AS terhadap Iran selatan.

Pasukan Iran juga senantiasa siap mengkonfrontasi musuh "hingga napas terakhir" dan tidak akan mundur hingga semua musuh mendapat ganjaran atas tindakan mereka, demikian pernyataan militer Iran.

sumber : Antara, Anadolu, IRNA-OANA

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |