Konflik di Yaman Kembali Memanas, Serangan Houthi Tewaskan 10 Orang

1 week ago 22
Konflik di Yaman Kembali Memanas, Serangan Houthi Tewaskan 10 Orang Kapal pengangkut curah milik Liberia setelah terkena rudal balistik anti-kapal (ASBM) yang diluncurkan oleh pemberontak Houthi yang didukung Iran pada 2024( Handout / US Central Command (CENTCOM) / AFP)

SERANGAN kelompok Houthi menewaskan sedikitnya 10 orang di Provinsi Marib, Yaman, Jumat (7/8) waktu setempat. Serangan rudal dan drone itu menargetkan pasukan pemerintah serta kawasan sipil dan menandai eskalasi baru di wilayah kaya minyak tersebut setelah gencatan senjata yang bertahan sejak 2022 kembali runtuh.

Sumber militer Yaman menyebut delapan anggota pasukan pemerintah tewas dan 12 lainnya terluka dalam serangan terbaru. Menteri Kesehatan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi, Qasim Buhaibeh, mengatakan dua warga sipil turut tewas setelah Houthi menembaki kawasan permukiman dan kamp pengungsian di Kota Marib. Sebanyak 14 warga lainnya mengalami luka-luka.

Houthi mengklaim serangan tersebut menyasar kamp militer pemerintah di Provinsi Marib. Juru bicara Houthi Yahya Saree mengatakan kelompoknya meluncurkan rudal dan drone untuk menyerang pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi beserta persenjataan dan kendaraan militernya.

Menurut sumber militer Yaman, Houthi meluncurkan lebih dari 10 rudal dan tujuh drone serang satu arah ke sejumlah kamp militer di Marib. Serangan itu menjadi lanjutan dari eskalasi yang terjadi sehari sebelumnya.

Pada Kamis (6/8), sedikitnya 58 personel pasukan pemerintah tewas dalam serangkaian serangan rudal dan drone Houthi, terutama di Marib. Bentrokan dan baku tembak artileri juga dilaporkan terjadi di Sirwah serta front Al-Kasara di utara Kota Marib. Houthi turut menyerang sebuah depot senjata di wilayah tersebut.

Marib menjadi titik penting dalam konflik Yaman karena menyimpan cadangan minyak dan fasilitas energi. Wilayah provinsi itu kini terbagi antara Houthi dan pemerintah Yaman. 

Pemerintah menguasai Kota Marib serta sebagian besar ladang dan fasilitas minyak di kawasan tersebut.

Houthi kembali melancarkan ofensif ke Marib pada 2021 untuk merebut wilayah strategis itu. Pertempuran kemudian mereda setelah gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berlaku pada April 2022.

Namun, kesepakatan tersebut mulai runtuh bulan lalu setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran turut menyeret Yaman. Kelompok Houthi yang didukung Iran kembali meningkatkan aktivitas militernya dan memperluas serangan ke wilayah serta kepentingan Arab Saudi.

Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg memperingatkan situasi terbaru dapat membawa negara itu kembali ke perang berskala besar.

"Yaman saat ini menghadapi risiko yang lebih besar untuk kembali terjerumus dalam konflik berskala besar dibandingkan kapan pun sejak gencatan senjata yang dimediasi PBB pada April 2022," kata Grundberg.

Ia menyerukan kedua pihak menahan diri di tengah ketegangan regional dan kembali membuka jalur perundingan dengan itikad baik.

Eskalasi di Marib juga meningkatkan kekhawatiran Arab Saudi. Sumber yang dekat dengan militer Saudi menyebut koalisi pimpinan Riyadh yang mendukung pemerintah Yaman sejak 2015 tidak akan tinggal diam menghadapi serangan Houthi.

Marib bahkan disebut sebagai garis merah bagi koalisi tersebut. Meski tidak menginginkan eskalasi lebih luas, sumber itu menegaskan Arab Saudi tidak akan menerima jika Houthi mengambil alih seluruh Provinsi Marib.

Konflik kembali meningkat setelah Houthi menyatakan dukungan terhadap Iran dalam perang dengan Amerika Serikat. Kelompok tersebut kemudian mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi dan mulai menyerang kapal-kapal tanker Saudi.

Bulan lalu, Houthi juga menewaskan 16 personel pasukan yang bersekutu dengan pemerintah dalam serangan di wilayah selatan Kota Hodeidah. Serangkaian serangan tersebut menunjukkan rapuhnya situasi keamanan Yaman setelah periode relatif tenang sejak gencatan senjata 2022.

(AFP/H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |