Kopdes Disebut tak Bisa Saingi Warung Madura, Zulhas: Masih Banyak yang Salah Paham Soal KDMP

1 hour ago 1

Petugas menata beras fortifikasi di salah satu ritel modern di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan bahwa penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) produksi Perum Bulog masih belum optimal. Berdasarkan hasil pemantauan pada 11–22 Agustus 2025, beras SPHP belum tersedia di sebagian besar pasar tradisional, ritel modern, kios pangan, Rumah Pangan Kita (RPK), dan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang dipantau. Selain itu, Bapanas juga mencatat kelangkaan beras premium di sejumlah ritel modern. Sebagian besar beras yang tersedia merupakan beras fortifikasi, yaitu beras yang diperkaya dengan zat gizi mikro seperti zat besi, asam folat, vitamin, dan zinc untuk meningkatkan status gizi masyarakat. Meski demikian, stok beras nasional terpantau aman. Perum Bulog memastikan ketersediaan stok beras saat ini mencapai 3,9 juta ton.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menanggapi kritikan mahasiswa soal Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang disebut tidak akan bisa bersaing dengan minimarket waralaba atau bahkan warung Madura. Dia menekankan KDMP bukan supermarket dan merupakan bagian dari infrastruktur pemerintah.

Saat diundang ke Musyawarah Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) XIX yang digelar di Politeknik Negeri Semarang pada Senin (27/7/2026), Zulhas ditanya seorang mahasiswi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) soal apakah KDMP mampu bersaing dengan minimarket waralaba. Mahasiswi tersebut meyakini KDMP tak akan bisa berkompetisi dengan minimarket.

Mahasiswi Unissula itu juga meyakini warung Madura bisa lebih untung jika dibandingkan dengan KDMP. Merespons hal itu, Zulhas mengeklaim masih banyak pihak yang menyalahpahami KDKMP.

“Saudara-saudara, Koperasi Desa Merah Putih itu bukan supermarket. Koperasi Desa Merah Putih itu infrastukturnya pemerintah,” ujar Zulhas. 

Menurutnya, setiap kali menjelaskan soal KDKMP, pemerintah justru selalu “diserang” lewat media sosial. “Apa itu Koperasi Desa Merah Putih? Yang di luar banyak sekali salah paham. Karena kalau kami menjelaskan satu, yang nyerang itu seribu. Saya ngomong satu, yang nyerang itu seribu,” katanya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |