Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Utara (Korut) memberi respons terhadap terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Ia menggantikan sang ayah Ayatollah Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel, 28 Februari.
Negeri Kim Jong Un mengatakan menghormati pilihan Iran atas pemimpin tertinggi baru. Dalam pernyataan itu, Korut pun menyebut AS dan Israel perusak perdamaian regional.
"Kami menghormati hak dan pilihan rakyat Iran untuk memilih pemimpin tertinggi mereka," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pyongyang yang tidak disebutkan namanya, seperti dikutip oleh Kantor Berita Pusat Korea, KCNA.
"Amerika Serikat dan Israel menghancurkan fondasi perdamaian dan keamanan regional dan meningkatkan ketidakstabilan di seluruh dunia," tambahnya.
Lebih lanjut, juru bicara tersebut menyebut AS dan Israel melanggar "sistem politik dan integritas teritorial" Iran. Bahkan berupaya "menggulingkan sistem sosialnya".
"Tindakan tersebut pantas mendapat kritik dan penolakan dari seluruh dunia karena tidak pernah dapat ditoleransi," tambah pejabat tersebut.
AS selama beberapa dekade telah memimpin upaya untuk membongkar program nuklir Korut. Tetapi pertemuan puncak, sanksi, dan tekanan diplomatik hanya memberikan sedikit dampak.
Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah berupaya untuk menghidupkan kembali pembicaraan tingkat tinggi dengan Pyongyang, dengan harapan dapat mengadakan pertemuan puncak antara Trump dan Kim Jong. Setelah sebagian besar mengabaikan tawaran tersebut selama berbulan-bulan, Kim Jong Un baru-baru ini mengatakan bahwa kedua negara dapat "bergaul" jika Washington menerima status nuklir Pyongyang.
Uji Rudal Jelajah
Sementara itu, media pemerintah Pyongyang juga mengatakan pada hari Rabu bahwa pemimpin Korut mengawasi uji tembak rudal jelajah strategis lainnya dari kapal perusak angkatan laut Choe Hyon. Negeri itu telah melakukan uji coba rudal serupa dari kapal tersebut minggu lalu, mengklaim bahwa negara itu sedang dalam proses "mempersenjatai Angkatan Laut dengan senjata nuklir".
"Menekankan pentingnya memperluas pencegahan perang nuklir yang kuat dan andal," kata KCNA menyebut arahan Kim Jong Un.
(sef/sef)
Addsource on Google

1 hour ago
1

















































