Proyek terowongan jalur MRT bawah tanah.(MI/Ramdani)
PEMBANGUNAN ruang multifungsi bawah tanah atau extended concourse di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, telah mencapai progres 24% hingga Agustus 2026. Proyek yang menelan anggaran Rp148,2 miliar tersebut ditargetkan selesai pada Juni 2027.
Pembangunan ruang bawah tanah seluas 4.439 meter persegi itu dikerjakan PT MRT Jakarta (Perseroda) melalui anak usahanya, PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ). Penyelesaian proyek tersebut diharapkan bertepatan dengan peringatan HUT ke-500 DKI Jakarta.
“Targetnya ini menjadi hadiah lima abad Jakarta dan akan diresmikan saat perayaan HUT Jakarta,” kata Dirut PT ITJ Ferdiansyah Roestam di Jakarta, Selasa (25/8).
Ferdiansyah mengatakan pembangunan extended concourse menghadirkan tantangan tersendiri karena proyek tersebut merupakan pembangunan ruang bawah tanah pertama yang dikerjakan di Indonesia. Kondisi itu membuat pengembang tidak memiliki proyek sejenis yang dapat dijadikan acuan secara langsung.
Menurut dia, keberhasilan proyek pertama ini nantinya dapat menjadi dasar bagi pengembangan extended concourse di lokasi lain di Jakarta.
“Kami harus membaca peta pembangunan gedung-gedung di kawasan Bundaran HI dan juga membaca peta kabel bawah tanah dan sejumlah hal lainnya,” kata Ferdiansyah.
Terhubung dengan Sejumlah Bangunan
Ruang multifungsi bawah tanah tersebut dirancang memiliki dua akses utama yang terhubung dengan bangunan di sekitar Bundaran HI.
Akses pertama akan terkoneksi langsung dengan Plaza Indonesia dan Grand Hyatt. Sementara akses lainnya dirancang terhubung dengan Wisma Nusantara dan Hotel Pullman.
Selain itu, extended concourse akan terintegrasi dengan Halte Transjakarta Bundaran HI melalui fasilitas lift. Integrasi tersebut memungkinkan pengguna Transjakarta mengakses ruang bawah tanah sekaligus melanjutkan perjalanan menuju Stasiun MRT Jakarta.
“Jadi nanti pengguna Transjakarta dapat mengakses extended concourse secara langsung dan terhubung dengan Stasiun MRT Jakarta,” kata Ferdiansyah.
Berada 18 Meter di Bawah Permukaan Jalan
Ferdiansyah menjelaskan, ruang multifungsi itu dibangun pada kedalaman sekitar 18 meter di bawah permukaan jalan kawasan Bundaran HI. Selain menjadi bagian dari integrasi transportasi, lokasi tersebut diproyeksikan sebagai ruang pertemuan baru bagi masyarakat Jakarta.
“Extended Concourse ini juga menjadi solusi penyeberangan masyarakat dari sisi timur menuju barat maupun sebaliknya. Masyarakat juga dapat menikmati kawasan ini sebagai wadah transit yang tentunya menggerakkan ekonomi,” kata dia.
Setelah pembangunan selesai, PT ITJ memperkirakan jumlah pengunjung kawasan tersebut dapat bertambah hingga 6.000 orang. Kehadiran ruang multifungsi bawah tanah ini diharapkan turut menghidupkan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Bundaran HI.
“ Kami berharap dapat meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi publik sekaligus memperkuat konektivitas kawasan pusat bisnis Jakarta,” kata dia. (Ant/E-4)












































