CNN Indonesia
Kamis, 05 Mar 2026 10:30 WIB
Ilustrasi. Kunjungan wisatawan mancanegara melancong ke Indonesia mengalami penurunan sebesar 17,06 persen pada Januari 2026. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia --
Awal 2026 menjadi periode low season alias musim sepi bagi sektor pariwisata Indonesia. Hal ini tercermin dari penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 17,06 persen pada Januari 2026.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik, pada Januari 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk utama (bandar udara internasional, pelabuhan internasional, dan pos lintas batas) tercatat 1.012.397 kunjungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka ini turun 17,06 persen month-to-month (dibandingkan Desember 2025). Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, berhasil naik 1,11 persen year-on-year (dibandingkan Januari 2026).
Meskipun turun secara m-to-m, tetapi kondisi seperti ini adalah pola musiman yang normal terjadi. Bulan Desember merupakan periode puncak (high season) setiap tahun, sehingga setelah itu wajar bila ada penurunan di bulan lainnya yang merupakan low season.
"Namun demikian, secara tahunan jumlah kunjungan tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan Januari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja pariwisata Indonesia tetap berada dalam tren pertumbuhan yang positif dan berkesinambungan," terang BPS, mengutip detik.
Sementara itu per Januari 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 102.038.288 perjalanan. Ini turun 3,72 dibandingkan bulan sebelumnya. Selain itu, angka tersebut juga turun 0,93 persen y-on-y, menandai aktivitas wisatawan domestik yang melambat.
BPS mengungkap, jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Januari 2026, mengalami peningkatan hingga menyentuh 1.006.397 perjalanan.
Angka 1 juta perjalanan wisnas tersebut berhasil naik 22,17 persen dibandingkan Desember 2025, serta naik 1,65 persen dibandingkan Januari 2025.
Jumlah perjalanan wisnas ini menunjukkan bahwa warga Indonesia banyak yang melakukan kunjungan internasional pada Januari 2026.
Negara yang paling banyak dikunjungi oleh wisnas antara lain Malaysia (29,61 persen), Saudi Arabia (16,82 persen), Singapura (12,15 persen), dan China (7,82 persen).
Sedangkan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Indonesia pada Januari 2026 mencapai 47,53 persen. Turun 8,59 poin dibandingkan Desember 2025 dan turun 0,85 poin y-on-y.
Tiga provinsi dengan TPK klasifikasi hotel tertinggi adalah Bali, Kalimantan Barat dan DKI Jakarta. Berbanding terbalik, Papua Pegunungan, Sulawesi Barat, dan Aceh menjadi tiga provinsi terendah.
Rata-rata durasi menginap tamu di hotel berbintang pada Januari 2026 sekitar 1,59 malam, meningkat 0,02 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dapat disimpulkan, di awal tahun 2026 yang memasuki low season ini sektor pariwisata Indonesia mengalami berbagai dinamika, beberapa sektor mengalami kenaikan tetapi ada pula yang menunjukkan penurunan.
Kunjungan wisman tahunan tercatat stabil, tetapi pergerakan wisnus dan okupansi hotel terpantau melambat setelah high season akhir tahun lalu. ( ana)
(ana/fef)

11 hours ago
1

















































