Menhut Raja Juli Antoni (pegang mikrofon) saat rapat koordinasi penanganan karhutla di Lapangan Kantor Manggala Agni Daops Jambi, Selasa (25/8/2026). Terlihat hadir mendampingi Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani (sebelah Menhut pakai rompi) dan Plh Dansa(MI/Solmi)
MENTERI Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan akan mengupayakan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Secara nasional Provinsi Jambi berada di urutan keenam untuk wilayah dengan hotspot terbanyak secara nasional. Berada di bawah beberapa daerah di Kalimantan, Sumsel dan Riau. Namun karakteristik daerahnya sama, Jambi juga banyak lahan gambut, rawan terbakar. Kita upayakan juga penanganannnya dengan Operasi Modifikasi Cuaca,” kata Menhut Raja Juli Antoni saat rapat koordinasi bersama Tim Satgas Karhutla Jambi, beberapa kepala daerah di Lapangan Manggala Agni Daops Jambi, Selasa siang (25/8).
Mempertimbangkan kondisi cuaca terdampak Elnino yang miskin awan semai, Raja Juli berkoordinasi dengan piham BNPB, BMKG, dan stakteholder lainnya, pelaksanaan OMC di Jambi akan digeber pada tanggal 27 hingga tanggal 39 Agustus 2026.
“Pokoknya kementerian kehutanan mendukung penuh OMC di Jambi. Pesawatnya sudah ada di Jambi. Jika memang terdeteksi ada awan berpotensi untuk disemai, silakan lakukan,” tegasnya.
Berbeda dengan Laporan Gubernur Jambi
Sebelum turun meninjau ke lokasi kebakaran lahan gambut di daerah Pandan Sejahtera, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjungjabung Timur, di pesisir timur Jambi, Menhut Raja Juli Antoni Selasa itu menemukan fakta, titik hotspot berpotensi karhutla masih banyak terdeteksi di Jambi.
Fakta tersebut terkesan bertolakbelakang dengan pengakuan atau laporan sosok Gubernur Jambi Al Haris kepada Presiden Prabowo Subianto melalui zoom meeting Senin (24/8) kemarin.
Tersiar terbuka ke publik, saat itu Gubernur Al Haris melaporkan dalam beberapa hari terakhir tidak ada lagi kebakaran lahan, dan tidak ada titik api. Faktanya, pada hari yang sama, kebakaran lahan gambut masih membara dan menyala di beberapa daerah di Jambi.
Kebakaran lahan gambut cukup hebat dan masih menyala hingga Selasa ini, antara lain terjadi di Desa Pandan Sejahtera, Kecamatan Geragai dan Desa Lagan Ilir, Kecamatan Mendahara. Keduanya berada di wilayah Kabupaten Tanjungjabung Timur. Termasuk pada waktu sama kebakaran juga melanda hebat areal plasma perkebunan kelapa sawit di lahan gambut Desa Lubuk Kepayang, Kabupaten Sarolangun, Jambi.
Saat rapat koordinasi dengan Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Plh Tim Satgas Karhutla Jambi Brigjen TNI Nyamin, dan pemangku instansi terkait lainnya di Jambi, Menhut mencatat ratusan hotspot yang ia catat terbanyak berada di wilayah Kabupaten Sarolangun. Kemudian disusul Kabupaten Tanjungjabung Barat, Kabupaten Tebo dan di beberapa kabupaten lainnya.
Secara terpisah di lokasi yang sama, prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi (BMKG Jambi) Luckita Theresia, sebagian besar hotspot yang ditemukan di Jambi Selasa itu, dengan tingkat kepercayaan di atas 60% atau berpotensi mengidentifikasi adanya titik api.(SL/E-4)












































