REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Transformasi digital yang masif di Indonesia membuka peluang lebar bagi mahasiswa untuk terjun ke dunia kewirausahaan atau entrepreneurship sejak dini tanpa memerlukan modal besar.
Fenomena ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi kreatif dan adopsi teknologi yang terus meningkat di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia sebagai salah satu pasar terbesarnya.
Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) kampus Jatiwaringin, Bryan Givan menjelaskan, era digital saat ini memungkinkan mahasiswa menciptakan bisnis yang kreatif dan mudah dikembangkan (scalable).
"Era digital memberikan kesempatan besar bagi mahasiswa untuk menjadi entrepreneur sejak dini. Dengan memanfaatkan teknologi, mahasiswa dapat menciptakan bisnis yang kreatif dan scalable," ujar Bryan dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (22/4/2026).
Berdasarkan riset e-Conomy SEA oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan akan terus tumbuh hingga mencapai ratusan miliar dolar dalam beberapa tahun ke depan.
Kondisi tersebut ditandai dengan menjamurnya sektor usaha seperti e-commerce, pemasaran digital, hingga industri konten kreatif yang bisa dikelola dari mana saja.
Menurut Bryan, keberanian untuk mencoba dan kepekaan dalam membaca peluang menjadi modal utama bagi generasi muda agar bisa bersaing di pasar yang bergerak cepat. "Keberanian mencoba, kepekaan membaca peluang, serta kemampuan digital menjadi kunci utama untuk bersaing di era yang serba cepat ini," tambahnya.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM berupaya memfasilitasi tren ini melalui kurikulum berbasis praktik dan ekosistem pendukung seperti inkubator bisnis.
Program pengembangan startup mahasiswa dan pelatihan keterampilan digital dihadirkan untuk memastikan ide-ide inovatif tidak hanya berhenti di bangku kuliah, namun dapat berdampak langsung bagi masyarakat.
Dukungan platform seperti media sosial dan lokapasar (marketplace) juga dinilai mempermudah mahasiswa dalam memasarkan produk tanpa harus memiliki toko fisik.
Menutup keterangannya, Bryan mengingatkan, menjadi pengusaha bukan sekadar soal memulai bisnis, melainkan tentang membangun karakter yang tangguh dan adaptif.
“Kombinasi penguasaan teknologi dan semangat kewirausahaan diharapkan mampu melahirkan talenta muda yang tidak hanya mencari kerja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru di masa depan,” tutupnya.

2 hours ago
2

















































