Meta Perkenalkan Muse Spark, Model AI Canggih yang Serba Bisa

13 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Meta mengumumkan Muse Spark, model kecerdasan buatan pertama yang dikembangkan oleh Meta Superintelligence Labs (MSL) yang dipimpin Alexandr Wang.

Meta Superintelligence Labs merupakan divisi riset AI yang dibentuk Meta pada 2025 lalu untuk menguatkan perusahaan dalam kompetisi AI yang kian memamanas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muse Spark merupakan model pertama dalam seri large language model (LLM) terbaru Meta yang disebut seri Muse. Model ini dirancang khusus untuk mendukung ekosistem produk Meta, mulai dari Instagram, Facebook, Threads, WhatsApp, hingga Messenger dan kacamata AI Meta.

Lantas, apa yang membedakan Muse Spark dari Meta AI yang selama ini sudah dikenal pengguna?

Perbedaan keduanya ada pada lapisan dasar. Meta AI adalah antarmuka asisten yang selama ini dapat diakses pengguna melalui berbagai platform Meta.

Sementara Muse Spark adalah model AI yang kini menjadi otak di balik Meta AI, menggantikan fondasi sebelumnya dengan kemampuan yang lebih kuat, lebih cepat, dan lebih kontekstual.

Salah satu keunggulan utama Muse Spark adalah kemampuan multimodal, yakni kemampuan membaca dan memahami gambar, bukan hanya teks.

Pengguna kini bisa memotret camilan di bandara dan meminta Meta AI menghitung kandungan proteinnya, atau memindai sebuah produk untuk dibandingkan dengan alternatif lain. Hal-hal tersebut bisa dilakukan tanpa perlu mengetik deskripsi panjang.

Kemampuan ini juga merambah ke bidang kesehatan. Meta mengklaim telah bekerja sama dengan tim dokter untuk mengembangkan fitur yang mampu menjawab pertanyaan seputar kesehatan secara lebih rinci, lengkap dengan gambar dan grafik pendukung.

Perubahan lain yang diklaim akan terasa adalah cara Meta AI menangani pertanyaan kompleks. Kini, sistem dapat menjalankan beberapa subagen secara paralel.

Sebagai contoh, saat pengguna merencanakan liburan keluarga, satu agen menyusun itinerary, agen lain membandingkan destinasi, sementara agen ketiga mencari aktivitas yang sesuai usia anak. Semua berjalan bersamaan untuk menghasilkan jawaban lebih cepat dan lebih lengkap.

Muse Spark juga disebut mengintegrasikan konten dari ekosistem sosial Meta secara lebih dalam. Saat pengguna bertanya soal tempat wisata atau tren tertentu, Meta AI kini dapat menampilkan unggahan dari pengguna lokal yang relevan, rekomendasi dari kreator yang diikuti, hingga konten dari komunitas.

Meta menyebut langkah ini sebagai bagian dari perjalanan menuju apa yang mereka sebut personal superintelligence, yakni AI yang tidak sekadar menjawab pertanyaan, tetapi memahami konteks dan kebutuhan penggunanya secara menyeluruh.

Untuk saat ini, Muse Spark sudah aktif mendukung aplikasi Meta AI dan situs meta.ai di sejumlah wilayah Amerika Serikat (AS) dan akan segera diperluas ke negara lain dalam beberapa pekan ke depan.

Dalam periode tersebut, Meta juga berencana membawa kemampuan ini ke platform mereka seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, Messenger, dan kacamata AI. Meta juga membuka akses ke teknologi dasar Muse Park bagi mitra terpilih melalui private preview bersama API.

(lom/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |