Niat dan Keutamaan Puasa Sunnah Tarwiyah dan Arafah di Bulan Dzulhijjah

5 hours ago 1

Puluhan jamah haji yang menjalankan sunnah Tarwiyah menuju Mina di depan Terowongan Malik Fahd atau depan Kantor Misi Haji Indonesia, Makkah, Arab Saudi, Kamis (2/10) siang waktu arab saudi.(Republika/Zaky Alhamzah)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kesempatan meraih pahala besar di bulan Dzulhijjah tidak hanya milik jamaah haji yang berada di Tanah Suci. Bagi mereka yang belum berkesempatan berangkat haji, puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah hadir sebagai momentum emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus melebur dosa.

Berikut ini adalah niat puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah serta keutamaannya.

Niat puasa Tarwiyah:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala/

Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah ta’ala.

Niat puasa Arafah sebagai berikut

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah ta’ala.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa puasa sunnah Tarwiyah dan puasa sunnah Arafah dapat menghapus dosa bagi yang menjalankannya. Namun, mayoritas ulama besar berpendapat bahwa yang dihapus hanya dosa-dosa kecil.

"Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun.” (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnu an-Najar).

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.” (HR Imam Muslim).

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |