Emiten sawit Palma Serasih mencatatkan laba bersih Rp442,8 miliar pada 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Emiten perkebunan kelapa sawit PT Palma Serasih Tbk mencatat pertumbuhan kinerja sepanjang 2025 dengan peningkatan laba bersih di tengah dinamika harga komoditas global. Kinerja tersebut ditopang perbaikan produktivitas kebun serta efisiensi operasional yang dijalankan perusahaan.
Perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp442,8 miliar atau naik 26,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp350,6 miliar. Pertumbuhan laba sejalan dengan kenaikan pendapatan yang mencapai Rp2,55 triliun atau meningkat sekitar 20 persen secara tahunan.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Palma Serasih Tbk Astrida Niovita Bachtiar mengatakan, perusahaan menjaga pertumbuhan melalui pengelolaan biaya yang disiplin dan penerapan praktik operasional berkelanjutan.
“Pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kombinasi penerapan praktik manajemen terbaik, konsistensi standar operasional, efisiensi operasional, dan pengelolaan aset yang optimal,” kata Astrida dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).
Dari sisi operasional, produksi tandan buah segar (TBS) inti mencapai 355,2 ribu ton, sementara produksi crude palm oil (CPO) tercatat sebesar 140,2 ribu ton. Produktivitas TBS inti berada pada level 17,8 ton per hektare.
Perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Timur itu menargetkan pertumbuhan berkelanjutan pada 2026 melalui peningkatan produktivitas serta efisiensi operasional. Strategi yang disiapkan mencakup ekspansi usaha secara selektif dan penguatan program keberlanjutan di seluruh area operasional.
Palma Serasih mengelola lebih dari 28 ribu hektare lahan inti dan plasma serta menyatakan tetap menjalankan kebijakan tanpa deforestasi, tanpa pembukaan lahan gambut, dan tanpa eksploitasi atau No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE).
Selain itu, perusahaan bekerja sama dengan sejumlah lembaga konservasi untuk perlindungan habitat orangutan dan kawasan bernilai konservasi tinggi di wilayah operasionalnya. Di sektor sosial, perusahaan melanjutkan kemitraan dengan petani plasma serta dukungan pembangunan infrastruktur pendidikan bagi masyarakat sekitar kebun.

2 hours ago
1















































