REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM, – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selangkah lagi akan menerapkan sistem manajemen talenta sebagai fondasi utama pengembangan karier Aparatur Sipil Negara (ASN). Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa transformasi birokrasi harus dimulai dari pembenahan sistem pengelolaan sumber daya manusia aparatur yang objektif dan transparan.
Penegasan ini disampaikan Iqbal di hadapan Deputi Bidang Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN RI, Herman, yang mewakili Kepala BKN RI, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, di Jakarta. Menurutnya, pengembangan karier ASN ke depan tidak boleh lagi bergantung pada kontestasi sesaat.
"Pengembangan karier ASN tidak boleh lagi bergantung pada kontestasi sesaat. Ke depan, karier aparatur harus dipandu oleh manajemen talenta ASN berbasis kinerja dan potensi sehingga adil dan menguntungkan organisasi," kata Iqbal melalui keterangan resmi yang diterima di Mataram, Kamis.
Dukung Agenda Pembangunan Daerah
Iqbal menjelaskan bahwa pembangunan sistem ini merupakan bagian dari implementasi visi "Bangkit Bersama Menuju NTB Provinsi Kepulauan yang Makmur Mendunia". Fokus utamanya ada pada misi ketujuh, yaitu percepatan transformasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang bersih, inovatif, dan kolaboratif.
Saat ini, Pemprov NTB mengelola sebanyak 27.850 ASN. Jumlah tersebut membutuhkan sistem pengelolaan karier yang modern, profesional, objektif, dan sepenuhnya berbasis data. Keberhasilan tiga agenda pembangunan daerah, yakni pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan menjadikan NTB sebagai destinasi wisata kelas dunia, dinilai sangat bergantung pada penempatan ASN sesuai talenta terbaiknya.
Kesiapan Komprehensif
Dalam paparannya, Iqbal memaparkan secara komprehensif rencana pembangunan sistem manajemen talenta di lingkungan Pemprov NTB. Paparan tersebut mencakup identifikasi jabatan strategis yang kosong maupun yang akan kosong, serta pemetaan talenta ASN melalui talent mapping.
Lebih lanjut, disiapkan pula penyusunan rencana suksesi, pengembangan kompetensi melalui Individual Development Plan (IDP), strategi retensi talenta, hingga simulasi pengisian jabatan berbasis data menggunakan aplikasi SIMATA BKN. Seluruh instrumen ini disiapkan sebagai fondasi pengembangan karier ASN yang objektif, terukur, transparan, dan berkelanjutan.
Setelah melalui proses klarifikasi, konfirmasi, dan validasi, Deputi Bidang Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN RI, Herman, memberikan apresiasi atas kesiapan Pemprov NTB. "Kesiapan Pemprov NTB sangat baik dan sudah siap. Selanjutnya akan kami dalami sehingga mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama rekomendasi Kepala BKN dapat segera keluar," ujar Herman.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

4 hours ago
5
















































