Pekanbaru Perpanjang Siswa Belajar Daring dari Rumah Akibat Kabut Asap

11 hours ago 1
Pekanbaru Perpanjang Siswa Belajar Daring dari Rumah Akibat Kabut Asap Warga Pekanbaru beraktivitas di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Riau.(MI/Rudi Kurniawansyah)

PEMERINTAH Kota Pekanbaru memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sistem daring untuk seluruh sekolah tingkat PAUD/TK, SD, dan SMP akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal mengatakan perpanjangan sistem belajar daring ini setelah mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang berbahaya di Kota Pekanbaru akibat kabut asap.

"Setelah mempertimbangkan hal tersebut maka diputuskan untuk memperpanjang pembelajaran jarak jauh atau daring," kata Abdul Jamal, Selasa (25/8).

Dijelaskannya, pembelajaran secara daring diperpanjang selama tiga hari ke depan sembari Pemerintah Kota memperhatikan kondisi kualitas udara.

"Akan diperpanjang selama tiga hari ke depan. Sambil kita melihat update kualitas udara," ujarnya.

Untuk satuan pendidikan, pihaknya mengimbau melaksanakan pembelajaran daring secara sederhana, efektif, dan tidak membebani peserta didik, dengan tetap memastikan proses pembelajaran berjalan sebagaimana mestinya.

"Orang tua atau wali diminta memastikan anak tetap berada di dalam rumah dan tidak bermain maupun melakukan aktivitas di luar rumah guna menghindari paparan kabut asap. Jika terpaksa keluar rumah, agar menggunakan masker," ujarnya.

MBG

Terkait penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ia mengatakan pihak sekolah akan menghubungi orangtua atau wali peserta didik untuk mengambil MBG di sekolah.

"Pengambilan MBG dilakukan oleh orang tua atau wali dan tidak diperkenankan dilakukan oleh peserta didik, sehingga MBG tetap dapat diterima dan dikonsumsi oleh peserta didik di rumah," ujarnya.

Kualitas udara di Kota Pekanbaru dilaporkan ada pada level Berbahaya akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Riau. Sejak Senin (24/8) malam hingga pukul 06.00 WIB, Selasa (25/8), data grafik riwayat konsentrasi polusi udara partikulat matter PM2.5 pada situs resmi BMKG terpantau kualitas udara terus berada pada level Berbahaya berkisar antara 508.8 mikrogram per meter kubik (µg/m³) hingga 328.9 µg/m³ pukul 06.00, Selasa (25/8).

“ Kita terasa tercekik sulit bernafas karena semua (di dalam dan di luar) sudah bau asap," kata Yola, warga Pekanbaru. (H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |